Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:06 WIB

Fenomena Pink Moon April 2026 Hiasi Langit Indonesia, Ini Jadwal dan Fakta Menariknya

Pink Moon

Pink Moon

Jakarta, http://Eksisjambi.com  – Fenomena langit tahunan yang di kenal sebagai Pink Moon atau Bulan Purnama April kembali dapat di saksikan oleh masyarakat Indonesia pada awal bulan depan. Meski namanya terdengar unik, fenomena ini bukan berarti bulan akan benar-benar berwarna merah muda.

Berdasarkan informasi astronomi, Pink Moon tahun 2026 di prediksi mencapai puncaknya pada 2 April 2026. Di Indonesia, fenomena ini dapat di amati sejak matahari terbenam hingga menjelang fajar keesokan harinya, selama kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

Secara ilmiah, Bulan dalam fase purnama tetap memantulkan cahaya Matahari dengan warna khas kuning keemasan atau putih terang. Istilah “Pink Moon” sendiri bukan merujuk pada warna bulan, melainkan merupakan penamaan tradisional yang telah di gunakan sejak lama.

Nama ini berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara, khususnya suku Algonquin. Mereka menamai purnama bulan April berdasarkan fenomena alam yang terjadi di Bumi, yaitu mekarnya bunga liar Phlox subulata atau creeping phlox yang berwarna merah muda dan tumbuh subur di awal musim semi.

Baca Juga :  Ketua DPR RI Dorong Penguatan Perlindungan WNI Usai Gempa di Venezuela, Jepang, dan California

Pengamatan Pink Moon tidak memerlukan teleskop atau alat khusus. Masyarakat cukup mencari lokasi dengan pandangan langit terbuka, jauh dari polusi cahaya, untuk mendapatkan pengalaman terbaik.

Wilayah Indonesia yang luas memungkinkan fenomena ini terlihat dari berbagai daerah, mulai dari perkotaan hingga pedesaan, selama kondisi atmosfer mendukung.

Selain Pink Moon, purnama bulan April juga memiliki beberapa nama lain dalam berbagai budaya, seperti Sprouting Grass Moon, Egg Moon, dan Fish Moon. Penamaan tersebut biasanya berkaitan dengan perubahan musim, siklus pertanian, hingga aktivitas alam.

Baca Juga :  Bupati H. Adirozal Buka Pelatihan Guru Inti Tahfidz Qur'an Kabupaten Kerinci Tahun 2023

Dalam konteks kalender, fase Bulan Purnama juga memiliki peran penting. Fenomena ini sering di gunakan sebagai acuan dalam menentukan waktu perayaan keagamaan, seperti Paskah dalam tradisi Kristen maupun penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah.

Sepanjang April 2026, langit malam juga di perkirakan akan di hiasi sejumlah fenomena astronomi lain, seperti kemunculan beberapa planet terang di ufuk barat setelah matahari terbenam serta potensi hujan meteor ringan di pertengahan bulan.

Fenomena Pink Moon menjadi momen yang tepat bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus meningkatkan minat terhadap ilmu astronomi. Selain itu, peristiwa ini juga mengingatkan akan keterkaitan erat antara fenomena alam dan budaya yang telah di wariskan sejak ribuan tahun lalu.**

Share :

Baca Juga

Bangko

Bupati M. Syukur Gagas Lahan Pertanian Jadi Sarana Edukasi

Advertorial

Pemkot Sungai Penuh Peringati Hardiknas Tahun 2025

Advertorial

Gubernur Al Haris: Pancasila Landasan Fundamental Berbangsa dan Bernegara

Daerah

Ribuan Tim Haris-Sani Kabupaten Kerinci Terbentuk…Siap Lanjutkan Jambi Mantap

Daerah

Kebakaran Gegerkan Warga Desa Sebukar Kerinci
Kejati Kaltara,

News

Mantan Kadis Pariwisata Provinsi Kaltara Ditetapkan Sebagai Tersangka

Daerah

Fadli Sudria Disambut Warga Depati VII Kerinci

Advertorial

Wagub Sani Hadiri Pengukuhan DWP HEBITREN Prov.Jambi