Home / Daerah / Hukum / Internasional / Nasional / News

Jumat, 3 April 2026 - 08:31 WIB

Waspada Belanja Online, Kenali Ciri ciri Penipuan

Waspada penipuan belanja online

Waspada penipuan belanja online

JAKARTA, http://Eksisjambi.com– Masyarakat pada umumnya sudah menjadikan belanja online sebagai kemudahan untuk memesan berbagai produk, bahkan bagian dari gaya hidup.

Belanja online menawarkan berbagai kemudahan promosi barang kebutuhan sehari hari hingga fleksibilitas dalam bertransaksi. Namun, di balik kemudahan tersebut masyarakat juga perlu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi Pemerintah, Lembaga atau kelompok.

Dalam hal ini, Bea Cukai telah mencatat kurang lebih 8.183 pengaduan penipuan selama tahun 2025. Angka ini naik sebesar 27,42 persen di bandingkan tahun 2024 berjumlah 5.939.

Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 5.161 kasus pada tahun 2025 masuk dalam kategori modus belanja online. Jumlah tersebut naik sebesar 33,6 persen di bandingkan dengan tahun 2024 yang berjumlah 3.427 kasus.

Salah satu contoh kasus belanja online yang sering terjadi adalah pelaku menghubungi korban melalui pesan singkat dan menyampaikan bahwa barang kiriman tidak memiliki dokumen legalitas. Pelaku bahkan mengancam akan menerbitkan surat penangkapan jika korban tidak segera menindaklanjuti pesan tersebut.

Modus ini sering kali di buat sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan. Pelaku menyebut istilah-istilah teknis, seperti label cukai, dokumen pajak, bahkan mengutip pasal hukum untuk menakut nakuti korban. Tujuannya untuk membuat korban panik sehingga mudah mengikuti arahan pelaku.

Baca Juga :  Pj.Bupati Asraf Lantik Pejabat Eselon III dan IV Berikut Nama

Oleh karena itu, agar tidak terjebak dalam modus serupa, masyarakat perlu mengenali beberapa ciri penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

1. Pelaku sering kali menggunakan nomor pribadi yang tidak jelas identitasnya. Pelaku biasanya menghubungi korban menggunakan nomor telepon biasa atau akun aplikasi pesan instan yang tidak terverifikasi sebagai akun resmi instansi.

2. Pelaku menggunakan bahasa yang menekan atau mengancam. Pesan yang dikirim sering kali berisi ancaman pidana, denda besar, atau bahkan penangkapan agar korban merasa takut dan segera mengikuti instruksi pelaku.

3. Pelaku meminta korban segera melakukan tindakan tertentu. Biasanya korban di minta segera menghubungi nomor tertentu, mengirim data pribadi, atau melakukan pembayaran dengan alasan menyelesaikan masalah barang kiriman.

4. Pelaku menyampaikan informasi yang tidak jelas dan sulit di verifikasi. Pelaku sering menyebutkan istilah hukum atau prosedur secara tidak tepat, bahkan terkadang menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan komunikasi resmi instansi.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo mengungkapkan bahwa dalam menghadapi situasi seperti ini masyarakat tidak perlu panik.

Baca Juga :  Kota Sungai Penuh Kembali Mengukir Prestasi, Mencetus Angka Tertinggi Belanja PDN Di Indonesia

“Bila mendapat pesan atau panggilan telepon berisi ancaman, usahakan tetap tenang dan jangan panik dan cek kebenaran informasi melalui kanal resmi dan laporkan melalui platform “Aman Bersama”ujarnya Rabu 1/4/2026

Prinsip sederhana yang dapat di lakukan masyarakat adalah Stop, Cek, dan Lapor. Stop, tenangkan diri dulu dan berikan ruang di otak untuk berpikir jernih. hentikan komunikasi jika menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Cek, pastikan kebenaran informasi tersebut melalui kanal resmi Bea Cukai atau layanan informasi yang tersedia. Lapor, jika pesan tersebut terindikasi penipuan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Bea Cukai agar dapat di tindaklanjuti.

Budi menegaskan bahwa dengan meningkatkan kewaspadaan dan memahami ciri-ciri penipuan, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus yang merugikan.

Masyarakat dapat mengunjungi situs https://www.beacukai.go.id/amanbersama  untuk mengetahui informasi atau melaporkan penipuan mengatasnamakan Bea Cukai.

“Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, literasi informasi menjadi kunci penting agar pengalaman berbelanja online tetap aman dan nyaman,” pungkasnya**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Apresiasi Kepedulian Pemuda Pancasila dalam Berbagi Kebahagiaan Idul Adha

Daerah

Pemerintah Waspadai Potensi Masuknya Hantavirus ke Indonesia

Daerah

Kode Promo Roblox Aktif 15 Juni 2026, Klaim Item Avatar Gratis

Daerah

DISPUPR Bantu BPJN Pembersihan Meterial Longsor Puncak

Advertorial

Wagub Sani Minta FGD Penanganan Banjir Sungai Batang Merao Dapatkan Solusi Permanen

Daerah

Proses Evakuasi Jalur Udara Crew Helikopter dihentikan sementara

Advertorial

Wagub Sani Harapkan Peran Strategis Para Konsultan
penataan kelembagaan dan SDM berbasis

Daerah

Menteri PANRB dan Menteri Kehutanan Bahas Penataan Kelembagaan dan SDM