Surabaya,http://Eksisjambi.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian nasional menunjukkan tren positif, namun tetap menghadapi tantangan besar ke depan. Hal itu di sampaikannya dalam prosesi wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Dalam paparannya, Amran mengungkapkan bahwa stok pangan nasional saat ini mencapai sekitar 4,9 juta ton dan di proyeksikan segera menembus angka 5 juta ton. Capaian tersebut meningkat signifikan di bandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 2,6 juta ton.
“Ini progres yang sangat baik, tetapi belum cukup. Tantangan ke depan jauh lebih kompleks, terutama akibat perubahan iklim dan ketidakpastian global,” ujar Amran.
Pemerintah, lanjutnya, tengah mempercepat transisi menuju energi terbarukan berbasis biofuel. Salah satu langkah strategis yang di tempuh adalah menghentikan impor solar hingga 5 juta ton mulai 1 Juli 2026.
Selain itu, pengembangan bioetanol E20 juga terus di dorong dengan memanfaatkan bahan baku domestik seperti tebu, jagung, dan singkong. Kebijakan ini di harapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Amran turut menyoroti inovasi mahasiswa ITS berupa traktor listrik yang di nilai mampu menjadi terobosan di sektor pertanian modern. Menurutnya, alat tersebut memiliki harga sekitar setengah dari traktor konvensional, lebih efisien, serta tidak menggunakan bahan bakar solar.
“Inilah yang saya sebut sebagai game changer,” katanya.
Amran bahkan mengaku telah memesan 10 unit traktor listrik tersebut untuk di uji coba langsung di lapangan, sebagai bagian dari upaya modernisasi alat dan mesin pertanian.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. Ia menyebut kurikulum di ITS di rancang bersama industri agar selaras dengan kebutuhan lapangan.
“Penelitian tidak boleh berhenti di perpustakaan. Harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Bambang.
Menutup sambutannya, Amran memberikan pesan tegas kepada para lulusan agar berkontribusi nyata bagi bangsa.
“Ayo kerja untuk Merah Putih. Yang sulit itu pasti bisa di taklukkan,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan inovasi generasi muda, sektor pertanian Indonesia di harapkan mampu terus berkembang dan menjawab berbagai tantangan global di masa mendatang.**







