LJakarta,http://Eksisjambi.com – Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar-besaran di tubuh Polri. Melalui mutasi yang di terbitkan pada 9 Mei 2026, sebanyak 108 personel perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) mengalami pergantian jabatan, termasuk sembilan posisi kepala kepolisian daerah (Kapolda).
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan institusi Polri menghadapi tantangan tugas ke depan.
Rotasi jabatan ini juga menjadi bagian dari mekanisme pembinaan karier personel serta pengisian sejumlah posisi strategis yang di tinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun.
Sejumlah nama perwira tinggi di percaya mengisi posisi Kapolda di berbagai wilayah Indonesia. Berikut daftar beberapa Kapolda baru yang di tunjuk:
- Kapolda Jawa Barat: Pipit Rismanto menggantikan Rudi Setiawan
- Kapolda Sumatera Barat: Djati Wiyoto Abadhy menggantikan Gatot Tri Suryanta
- Kapolda Kalimantan Utara: Agus Wijayanto
- Kapolda Nusa Tenggara Barat: Kalingga Rendra Raharja menggantikan Edy Murbowo
- Kapolda Bengkulu: terjadi pergeseran jabatan dalam struktur pimpinan wilayah Polda Bengkulu
- Kapolda Sulawesi Tengah: Nasri
Mutasi ini menjadi salah satu rotasi terbesar Polri sepanjang tahun 2026 karena melibatkan banyak pejabat strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri.
Menurutnya, langkah tersebut di lakukan untuk menjaga ritme organisasi agar tetap adaptif, profesional, dan responsif terhadap tantangan keamanan yang terus berkembang.
“Mutasi merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pengembangan karier personel, serta kebutuhan institusi untuk menghadapi tantangan tugas ke depan,” ujarnya.
Selain itu, beberapa pergantian jabatan di lakukan karena adanya pejabat yang memasuki masa purna tugas atau pensiun.
Rotasi pejabat di lingkungan Polri di harapkan mampu memperkuat kinerja institusi, khususnya dalam pelayanan publik, penegakan hukum, serta menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Pergantian Kapolda juga di nilai penting untuk menghadirkan energi baru dalam kepemimpinan kepolisian wilayah, terutama menghadapi dinamika sosial, politik, dan keamanan menjelang berbagai agenda nasional tahun 2026.
Dengan mutasi ini, Kapolri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal dan memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan optimal di tubuh Polri.**







