Home / Internasional / News

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:45 WIB

Ketika Longsor di Tracy Arm Memicu Megatsunami Setinggi 481 Meter

Oplus_131072

Oplus_131072

Alaska,http://Eksisjambi.com – Fenomena megatsunami di kawasan Tracy Arm Fjord, Alaska, kembali menjadi sorotan dunia setelah hasil penelitian terbaru mengungkap gelombang yang terjadi pada Agustus 2025 itu mencapai sekitar 481 meter. Ketinggian tersebut menjadikannya tsunami tertinggi kedua yang pernah tercatat dalam sejarah modern.

Peristiwa itu terjadi pada 10 Agustus 2025 di kawasan fjord sempit dekat South Sawyer Glacier, Alaska, Amerika Serikat. Longsoran batu raksasa dalam jumlah sangat besar runtuh langsung ke perairan fjord dan memicu gelombang air luar biasa besar hanya dalam hitungan detik.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science, lebih dari 64 juta meter kubik material batuan jatuh ke perairan sempit Tracy Arm. Volume longsoran yang sangat besar itu menciptakan tekanan ekstrem pada air di fjord sehingga memunculkan megatsunami dengan limpasan mencapai sekitar 1.578 kaki atau sekitar 481 meter.

Sebagai perbandingan, tinggi gelombang tersebut bahkan melampaui gedung pencakar langit Empire State Building di New York yang memiliki tinggi sekitar 443 meter termasuk antenanya.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire 5 Mei 2026 Terbaru, Buruan Klaim

Gelombang raksasa itu menyapu lereng-lereng di sekitar fjord hingga vegetasi di tebing batu ikut hilang tersapu air. Bekas sapuan megatsunami masih terlihat jelas pada dinding fjord berupa area tandus tanpa pepohonan.

Berbeda dengan tsunami akibat gempa bumi yang bisa menyebar jauh melintasi samudra, megatsunami seperti di Tracy Arm bersifat lebih lokal. Namun di area dekat sumber longsoran, daya rusaknya sangat ekstrem karena energi air terkonsentrasi di ruang sempit fjord.

Beruntung, longsoran terjadi sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat ketika belum ada kapal wisata yang memasuki kawasan tersebut. Padahal Tracy Arm dikenal sebagai salah satu jalur wisata kapal pesiar populer di Alaska yang setiap harinya dilintasi kapal tur dan kapal ekspedisi.

Para ilmuwan menyebut perubahan iklim menjadi salah satu faktor penting di balik peristiwa ini. Pencairan gletser yang sebelumnya menopang lereng batu membuat struktur pegunungan menjadi lebih tidak stabil dan meningkatkan risiko longsor besar.

Sebelum kejadian Tracy Arm, megatsunami terbesar dalam sejarah tercatat terjadi di Teluk Lituya, Alaska, pada tahun 1958 dengan ketinggian limpasan mencapai sekitar 524 meter.

Baca Juga :  Fenomena Tak Biasa di Danau Kerinci, Air Surut Drastis dalam Hitungan Hari

Tsunami Raksasa Juga Pernah Terjadi di Indonesia

Indonesia sendiri juga pernah mengalami tsunami dengan ketinggian sangat besar, meski tidak setinggi Tracy Arm maupun Lituya Bay.

Salah satu yang paling dikenal adalah tsunami Aceh tahun 2004 akibat gempa megathrust berkekuatan 9,1 magnitudo. Di beberapa lokasi dekat pantai, tinggi gelombang dilaporkan mencapai lebih dari 30 meter dan menewaskan ratusan ribu orang di berbagai negara.

Selain itu, tsunami akibat longsoran juga pernah terjadi di Indonesia, seperti tsunami Selat Sunda tahun 2018 yang dipicu runtuhnya sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau. Gelombang tsunami kala itu menghantam pesisir Banten dan Lampung secara tiba-tiba pada malam hari.

Fenomena megatsunami menunjukkan bahwa gelombang laut raksasa tidak selalu dipicu gempa bumi. Longsoran batu, runtuhan gunung, hingga aktivitas vulkanik juga dapat menciptakan tsunami dengan daya rusak yang sangat besar, terutama di wilayah sempit seperti teluk dan fjord.**

Share :

Baca Juga

DPRD Tanjab Timur menggelar rapat paripurna penyampaian LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025

Daerah

DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Terkait LKPJ Tahun Anggaran 2025.

Advertorial

Meriahkan Hari Jadi ke-59 Tanjung Jabung Barat dan HUT ke-79 RI Pemkab Tanjab Barat Gelar Sunatan Massal
NMAX Terbaru 2026

Daerah

Yamaha NMAX Jadi Motor Terbaik untuk Mudik Lebaran Idul Fitri

Daerah

Pemkab Kerinci Gelar Rapat Tumbuk Stunting
YouTube Down

Daerah

YouTube Down Global 18 Februari 2026, Pengguna di Indonesia Keluhkan error

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Buka MTQ ke-53 Desa Pembengis, Ajak Generasi Muda Gemar Membaca Al-Quran
Burung Ababil

Daerah

Kisah Burung Ababil Melindungi Ka’bah dari Pasukan Bergajah

Advertorial

Gubernur Al Haris Berkomitmen Dalam Pencegahan Korupsi