Turki, http://Eksisjambi.com – Sebuah penemuan di pegunungan Turki Timur kembali menarik perhatian dunia. Formasi tanah berbentuk kapal raksasa di kawasan Durupınar di sebut-sebut berkaitan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh yang tercantum dalam Al-Qur’an dan kitab suci lainnya.
Lokasi itu berada tidak jauh dari kawasan Gunung Ararat. Selama bertahun-tahun, daerah tersebut sering dikaitkan dengan tempat berakhirnya pelayaran Bahtera Nabi Nuh setelah banjir besar.
Formasi unik tersebut mulai di kenal luas pada tahun 1977. Peneliti asal Amerika Serikat, Ron Wyatt, mengklaim menemukan struktur menyerupai kapal besar di situs Durupınar.
Menurut hasil pengukurannya, struktur itu memiliki panjang sekitar 515 kaki atau sekitar 157 meter. Ukuran tersebut dianggap mendekati deskripsi bahtera dalam sejumlah kitab suci.
Penelitian lanjutan kemudian di lakukan menggunakan teknologi modern. Beberapa pemindaian radar disebut menunjukkan adanya pola struktur internal yang tersusun rapi.
Struktur itu di nilai mirip kapal buatan manusia. Peneliti mengklaim terdapat bagian yang menyerupai balok penopang, dek, hingga sekat-sekat ruangan.
Selain itu, detektor logam juga menemukan jejak material besi di sejumlah titik. Material tersebut diduga merupakan sisa pengikat atau paku keling kapal kuno.
Tim peneliti juga melaporkan adanya temuan kayu yang telah membatu dan lapisan material organik. Di lokasi yang sama, ditemukan pula fosil kotoran hewan dan tanduk rusa.
Temuan-temuan itu memunculkan dugaan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi tempat penyimpanan hewan dalam jumlah besar.
Meski demikian, klaim mengenai Durupınar sebagai Bahtera Nabi Nuh masih di perdebatkan. Sebagian ilmuwan menilai formasi tersebut kemungkinan hanya terbentuk secara alami akibat proses geologi.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah resmi yang memastikan situs tersebut benar-benar merupakan Bahtera Nabi Nuh. Namun, penelitian di kawasan itu masih terus di lakukan karena di anggap memiliki kemiripan dengan kisah dalam tradisi keagamaan.
Dalam Al-Qur’an, Nabi Nuh di kisahkan membangun sebuah bahtera atas perintah Allah untuk menyelamatkan umat beriman dan berbagai jenis hewan dari banjir besar**







