Home / Daerah / Nasional / News / Provinsi Jambi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:04 WIB

Kuliah Umum di UNJA, Gubernur Al Haris Ajak Mahasiswa Jadi Agen Pencegah Karhutla

JAMBI,http://Eksisjambi.com  –  Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada ekosistem gambut di Provinsi Jambi.

Ajakan tersebut disampaikan Al Haris saat menjadi pemateri dalam kuliah umum bertema “Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi” yang berlangsung di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi. Selain Gubernur Al Haris, kuliah umum juga menghadirkan Krisno H. Siregar dan Nyamin sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Al Haris menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada Satgas Karhutla, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan akademik dan sosial.

“Selama ini kita merasakan agenda pencegahan karhutla seolah-olah hanya dilakukan oleh pihak tertentu. Padahal ada anak-anak kita, para mahasiswa, yang juga terlibat langsung di masyarakat,” kata Al Haris.

Mahasiswa Berperan Sebagai Agen Edukasi

Gubernur menilai mahasiswa UNJA memiliki potensi besar untuk menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Apalagi, banyak mahasiswa yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik lapangan, maupun saat kembali ke daerah asal masing-masing.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat merupakan langkah paling penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kesadaran masyarakat harus terus dibangun agar memahami dampak besar yang ditimbulkan oleh karhutla.

“Yang paling susah itu mengajak masyarakat sadar tentang bahaya kebakaran hutan. Masih banyak yang belum sadar dampak ekologis luar biasa dari karhutla,” ujarnya.

Baca Juga :  klarifikasi Terhadap Artikel "APBD Jambi 2025 Turun Drastis Lebih dari Rp800 Miliar

Dampak Karhutla Sangat Luas

Al Haris menjelaskan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Asap akibat kebakaran hutan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), menghambat proses belajar mengajar, hingga mengganggu transportasi udara dan darat.

Ia mengingatkan kembali peristiwa kabut asap yang melanda Jambi pada tahun 2015 dan 2019, ketika aktivitas penerbangan terganggu dalam waktu cukup lama.

“Bayangkan dulu tiga bulan bandara kita tidak aktif waktu 2015 dan 2019. Belum lagi kesehatan masyarakat terganggu, sekolah dihentikan sementara, dan transportasi terganggu,” katanya.

Pentingnya Menjaga Ekosistem Gambut

Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem gambut yang selama ini kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomi maupun manfaat lingkungan.

Padahal, menurutnya, lahan gambut memiliki fungsi vital sebagai penyimpan karbon alami serta penyangga keseimbangan ekosistem.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran generasi muda, Pemerintah Provinsi Jambi telah meluncurkan modul pembelajaran tentang hutan gambut untuk siswa SMA dan SMK.

“Kenapa gambut penting? Karena mereka penyumbang karbon untuk kita semua. Maka pemahaman tentang gambut harus dimiliki juga oleh anak-anak sekolah,” jelasnya.

Pemprov Jambi Dorong Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

Gubernur menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat membuka lahan untuk bertani. Namun, yang dilarang adalah membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu karhutla.

Untuk mendukung pertanian yang ramah lingkungan, Pemprov Jambi menjalankan program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang memberikan bantuan kepada kelompok tani dalam proses pembukaan lahan tanpa menggunakan api.

Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan berupa bantuan bibit bagi para petani.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Jambi Ungkap Kasus Pengangkutan Komoditas Pertanian Tanpa Dokumen Karantina

“Pemerintah tidak melarang masyarakat bertanam. Yang tidak boleh itu membakar. Karena itu ada program PLTB, bahkan kita bantu juga bibit untuk petani,” tegasnya.

Pencegahan Lebih Baik daripada Pemadaman

Al Haris menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.

Menurutnya, proses pemadaman api di kawasan gambut sangat sulit karena titik api sering berada jauh di dalam kawasan hutan, sulit dijangkau, dan membutuhkan sumber daya yang besar.

“Kalau sudah terjadi kebakaran, luar biasa sulit memulihkannya. Kadang-kadang berhari-hari api di gambut baru bisa dipadamkan. Jangkauannya jauh, SDM terbatas, alat juga terbatas,” ujarnya.

Mahasiswa Jadi Jembatan Edukasi Masyarakat

Usai memberikan materi, Al Haris kembali menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai jembatan edukasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla.

Ia mengapresiasi Universitas Jambi yang telah mengambil langkah konkret melalui penyelenggaraan kuliah umum tersebut. Menurutnya, mahasiswa memiliki jaringan yang luas hingga ke tingkat desa sehingga mampu membantu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya karhutla.

“Mahasiswa ini banyak yang KKN ke desa-desa. Mereka bisa sosialisasi kepada masyarakat. Paling tidak di kampung halamannya, mereka mengerti arti penting mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.

Di akhir kegiatan, Al Haris berharap kuliah umum tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla di Provinsi Jambi.

“Kita lebih memilih mencegah daripada bertindak ketika api sudah terjadi. Dengan sosialisasi yang masif dan keterlibatan mahasiswa, kita percaya pola mitigasi dan pencegahan di masyarakat akan semakin kuat,” pungkasnya.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Jambi Kembali Lantik Eselon II Lingkup Pemerintah Provinsi
Jimly Asshiddiqie,

Daerah

Jimly Asshiddiqie Mengaku Tak Tahu Terbitnya Perpol 10/2025 soal Polisi Aktif Isi Jabatan K/L

Internasional

Penemuan planet TOI-2431 b mengejutkan astronom

Internasional

Warganet Heboh, Saldo DANA Tiba-Tiba Bertambah Tanpa Sebab
Max Dowman mencetak sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League

Daerah

Max Dowman Pecahkan Rekor Pencetak Gol Termuda Liga Inggris

Daerah

Mengenal Orang Toxic, Kenali Ciri-ciri dan Dampaknya bagi Kehidupan Sosial
Kode redeem ff terbaru

Daerah

Update Kode Redeem Free Fire 14 Februari 2026, Klaim Hadiahnya!

Advertorial

Festival Arakan Sahur Di Kabupaten Tanjab Barat Akan Di Buka Oleh Menteri Parekraf Sandiaga Uno