Home / Internasional / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:56 WIB

BI dan Bank Sentral China Perkuat Kerja Sama Keuangan, Dorong Stabilitas Rupiah dan Yuan

Oplus_0

Oplus_0

Shanghai, http://Eksisjambi.com –  Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBOC) sepakat menjajaki peningkatan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah dan Yuan, sekaligus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.

Kesepakatan tersebut diumumkan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi yang berlangsung di Shanghai, China, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bersama Gubernur People’s Bank of China, Pan Gongsheng.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam memperkuat hubungan ekonomi dan keuangan bilateral di tengah dinamika perekonomian global yang terus berkembang. Melalui peningkatan BCSA, kedua bank sentral berharap dapat memperkuat ketahanan sektor keuangan, mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara ketiga dalam transaksi bilateral, serta menjaga stabilitas pasar keuangan.

Baca Juga :  Bupati H. Adirozal Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2023

Selain pembahasan peningkatan BCSA, pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah capaian penting yang dinilai akan memperkuat integrasi sistem keuangan Indonesia dan China.

Salah satunya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Local Currency Transaction (LCT) yang turut melibatkan Hong Kong Monetary Authority. Kesepakatan ini bertujuan memperluas penggunaan mata uang lokal dalam berbagai transaksi perdagangan dan investasi lintas negara.

Tak hanya itu, kedua pihak juga meluncurkan sistem pembayaran QR lintas batas Indonesia-China, yang diharapkan dapat mempermudah transaksi wisatawan maupun pelaku usaha di kedua negara.

Capaian strategis lainnya adalah penetapan Bank Mandiri sebagai peserta langsung dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS) milik China. Langkah ini diyakini akan meningkatkan efisiensi transaksi keuangan lintas negara serta memperkuat konektivitas sistem pembayaran kedua negara.

Dalam pernyataannya, Gubernur PBOC Pan Gongsheng menegaskan bahwa China dan Indonesia merupakan dua kekuatan ekonomi utama di kawasan yang memiliki tanggung jawab bersama untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan.

Baca Juga :  Viral PHK Massal PT Gudang Garam, Publik Prihatin

Menurutnya, penguatan kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas dan ketahanan sistem keuangan regional.

Sementara itu, kerja sama yang terus diperluas antara BI dan PBOC diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, termasuk volatilitas pasar keuangan dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Dengan semakin eratnya hubungan keuangan Indonesia dan China, kedua negara optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperkuat stabilitas nilai tukar, serta meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral di masa mendatang. Sumber: Bank Indonesia dan People’s Bank of China**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wisuda dan Pengesahan Warga Baru, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Perguruan Silat PSHT

Bangko

Terkait Arah Dukungan Yurda Ini Yang Disampaikan Oleh Wadir MMC Menawan

Daerah

Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Di Pimpin Langsung Bupati Tanjabtim Timur.
Polsek Batuampar Batam

Daerah

Polsek Batuampar Dalami Kasus Kematian Tidak Wajar Dwi Putri Aprilian Dini

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Berikan Solusi Atasi Kemacetan Akibat Aktivitas Batu Bara
Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025. Wakil Wali Kota Azhar Hamzah apresiasi

Daerah

Wawako Azhar Sambut Visitasi Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025

Daerah

Wawako Azhar Hadiri RUPS Luar Biasa Bank Jambi di Bandung

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Rapat Pariurna IV