Batuampar Polsek Batuampar terus mendalami kasus kematian tidak wajar Dwi Putri Aprilian Dini, perempuan muda yang di temukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sebuah mess kawasan Jodoh Permai pada Sabtu (29/11/2025).
Hingga kini, satu orang pelaku dan tiga lainnya telah di amankan, sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, membenarkan adanya dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat penganiayaan berat yang di lakukan lebih dari satu orang. Dugaan tersebut di perkuat oleh hasil pemeriksaan medis dan keterangan para saksi.
“Benar, ada tanda-tanda kekerasan berat pada tubuh korban. Penyidik masih memeriksa saksi-saksi dan mengembangkan rangkaian peristiwa sebelum mengungkap motif para pelaku,” ujar Kompol Amru Abdullah.
Kronologi awal terungkap ketika RS Elisabeth Sagulung menerima korban dalam keadaan kritis dengan luka lebam di beberapa bagian tubuh serta indikasi penyiksaan.
Tak lama setelah tiba di rumah sakit, korban di nyatakan meninggal dunia.
Kejanggalan muncul ketika korban di bawa oleh seorang pria keturunan Chinese yang di sebut sebagai bos agency tempat korban bekerja.
Pria tersebut membawa korban dari arah Batuampar menuju RS Elisabeth Sagulung yang berjarak cukup jauh, padahal lokasi kejadian berada di wilayah Batuampar.
Di ketahui, Dwi Putri Aprilian Dini bekerja sebagai pemandu lagu di salah satu KTV di kawasan setempat.
Penyidik menduga peristiwa penganiayaan terjadi di dalam mess Jodoh Permai, lokasi di mana korban di temukan tak sadarkan diri.
Polisi kini tengah menelusuri peran masing-masing pelaku, termasuk pria yang membawa korban ke rumah sakit. Barang bukti dan rekaman CCTV di sejumlah titik juga telah di kumpulkan guna mengurai kejadian sebenarnya.
Hingga saat ini, motif penganiayaan belum di ungkap ke publik. Kompol Amru memastikan proses penyidikan dil akukan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku lain serta latar belakang kejadian.
“Setelah pemeriksaan saksi dan pendalaman terhadap pelaku yang sudah di amankan, kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut,” tegasnya.
Polsek Batuampar mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini untuk segera menghubungi pihak kepolisian. Kasus ini masih terus di kembangkan hingga seluruh pelaku dapat di proses hukum.(*)







