Jakarta, Eksisjambi.com – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai sekitar Rp19,5 triliun setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan. Arus dana tersebut menjadi sinyal positif yang menunjukkan meningkatnya kembali kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bank Indonesia menjelaskan, kebijakan kenaikan suku bunga acuan merupakan bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di pasar keuangan domestik. Dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi, imbal hasil berbagai instrumen investasi di Indonesia menjadi lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.
Kondisi tersebut mendorong investor asing kembali menempatkan dananya pada berbagai instrumen keuangan domestik, terutama Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menawarkan tingkat imbal hasil lebih menarik.
Selain meningkatkan minat investasi, masuknya modal asing juga memberikan dampak positif terhadap ketersediaan valuta asing di dalam negeri. Bertambahnya pasokan devisa membantu menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valuta asing sehingga turut menopang stabilitas nilai tukar rupiah.
“Arus masuk modal asing menunjukkan respons positif investor terhadap kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Kondisi ini turut memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik dan mendukung upaya menjaga nilai tukar rupiah,” demikian keterangan Bank Indonesia.
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, BI menegaskan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, serta sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Bank sentral juga memastikan akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan agar arus modal asing tetap terjaga dan kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin meningkat.
Menurut BI, kombinasi kebijakan yang ditempuh diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Masuknya dana asing sebesar Rp19,5 triliun dinilai menjadi indikator positif bagi pasar keuangan domestik. Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat serta respons kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan global, Indonesia diyakini masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik bagi investor internasional.*







