Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hujan Meteor Perseid Capai Puncak 12–13 Agustus 2026, Bisa Disaksikan dari Indonesia

Oplus_131072

Oplus_131072

Atmosfer, Eksisjambi.com – Langit malam pada 12 hingga 13 Agustus 2026 akan di hiasi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan setiap tahun, yakni Hujan Meteor Perseid. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncaknya mulai malam hari hingga dini hari dengan potensi aktivitas mencapai sekitar 100 meteor per jam atau Zenithal Hourly Rate (ZHR) dalam kondisi pengamatan yang ideal.

Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling spektakuler karena menghasilkan meteor-meteor terang yang melintas cepat di langit. Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi jejak debu yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle, sehingga partikel-partikel tersebut terbakar ketika memasuki atmosfer Bumi.

Meski secara teori aktivitas Perseid dapat mencapai sekitar 100 meteor per jam, jumlah meteor yang dapat diamati dari Indonesia diperkirakan jauh lebih sedikit. Hal ini disebabkan titik asal kemunculan meteor atau radiant Perseid berada di langit belahan utara, sehingga posisinya tampak lebih rendah dari wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Naik Rp2.756 pada 25 Juli 2026, Dipicu Penguatan Harga Global

Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap berpeluang menikmati kemunculan sejumlah meteor, terutama jika melakukan pengamatan dari lokasi yang memiliki langit gelap, minim polusi cahaya, serta cuaca cerah.

Kabar baiknya, puncak hujan meteor tahun ini bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga tidak ada gangguan cahaya Bulan yang biasanya mengurangi visibilitas meteor. Kondisi ini membuat langit malam menjadi lebih gelap dan mendukung pengamatan.

Baca Juga :  Kode Redeem FC Mobile Terbaru Klaim Pemain TOTY, Icon, dan Ribuan Gems

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena tersebut, disarankan memilih lokasi terbuka seperti perbukitan, pantai, atau pedesaan yang jauh dari lampu perkotaan. Mata juga sebaiknya dibiarkan beradaptasi dengan kegelapan selama sekitar 20–30 menit agar meteor lebih mudah terlihat.

Tidak diperlukan teleskop maupun teropong untuk menikmati hujan meteor Perseid. Pengamatan justru lebih nyaman dilakukan dengan mata telanjang karena meteor dapat muncul di berbagai bagian langit.

Apabila cuaca mendukung, hujan meteor Perseid akan menjadi tontonan alam yang sayang untuk dilewatkan. Semoga langit di berbagai wilayah Indonesia cerah sehingga masyarakat dapat menikmati keindahan fenomena langit tahunan ini.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Kota Sungai Penuh Kembali Mengukir Prestasi, Mencetus Angka Tertinggi Belanja PDN Di Indonesia
Kontroversi penalti Kylian Mbappé warnai hasil imbang 1-1

Internasional

Real Madrid vs Girona Berakhir Imbang 1-1, Insiden Kylian Mbappé Picu Kontroversi Penalti

Daerah

Wawako Antos Minta Satgas Covid-19 Terus Bekerja Keras, Fokus & Serius

Advertorial

Pemkot Sungai Penuh Gelar Upacara Peringatan HUT RI Ke-79

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin Senjata Permanen 

Daerah

Dinas PUPR Kerinci Turun Perbaiki Jalan Amblas di Perbatasan Hiang – Penawar

Daerah

Jambi Daerah Rawan Bencana Ini Penjelasan Direktur Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Wurjanto, M. Hum
Kode redeem Mobile Legends terbaru

Daerah

Update Kode Redeem MLBB 19 April 2026: Klaim Gratis Hari Ini