http://Eksisjambi.com, Acehb- Media sosial di hebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sebuah objek putih keabu-abuan melayang di langit. Penampakan yang di sebut terjadi di kawasan Blang Dalam, Aceh, sekitar 18 Agustus 2026 itu langsung menjadi perbincangan publik.
Sejumlah warganet mengaitkan objek tersebut dengan selendang Putri Hijau, tokoh legenda yang di kenal dalam cerita rakyat di wilayah Sumatra. Dugaan itu pun dengan cepat viral dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.
Dalam video yang beredar, objek tersebut tampak memanjang menyerupai sehelai kain atau selendang. Benda itu terlihat bergoyang mengikuti hembusan angin sebelum perlahan menghilang dari pandangan.
Warga yang menyaksikan langsung mengaku penasaran karena tidak mengetahui asal-usul benda tersebut. Sebagian meyakini penampakan itu berkaitan dengan kisah legenda Putri Hijau, sementara lainnya menilai benda tersebut kemungkinan hanyalah plastik, kain, atau sampah yang terbawa angin hingga terlihat melayang di udara.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun hasil penelitian yang memastikan identitas objek tersebut. Karena itu, klaim bahwa benda tersebut merupakan “selendang Putri Hijau” masih sebatas dugaan dan bagian dari spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Fenomena ini menjadi contoh bagaimana sebuah video dapat dengan cepat menarik perhatian publik, terutama ketika di kaitkan dengan cerita rakyat yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Masyarakat di imbau untuk tidak langsung mempercayai berbagai klaim yang beredar di media sosial tanpa adanya bukti ilmiah atau penjelasan resmi. Banyak fenomena di langit dapat memiliki penjelasan alami maupun di sebabkan oleh benda-benda buatan manusia.
Meski demikian, penampakan tersebut tetap menarik perhatian karena berhasil membangkitkan kembali kisah legenda Putri Hijau yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya dan cerita turun-temurun di kawasan Sumatra.
Informasi sementara dari warga setempat yang menyimpan kain tersebut menyampaikan bahwa tiap malamnya kain itu terus memancarkan cahaya putih dan berbisik seolah sedang bertasbih*







