Home / Daerah / Hukum / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Pedagang Cermin Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Tengah Kericuhan Aksi 27 Agustus, Polisi Didesak Usut Tuntas

Foto Tangkapan Layar Seorang pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan (60)

Foto Tangkapan Layar Seorang pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan (60)

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Tragedi kembali mewarnai rangkaian demonstrasi yang terjadi di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Seorang warga Pejompongan bernama Bambang Setiyawan (60) di laporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di tengah situasi yang memanas di sekitar lokasi aksi.

Informasi yang beredar menyebutkan, Bambang bukan merupakan peserta demonstrasi. Almarhum diketahui sehari-hari bekerja sebagai pedagang cermin dan diduga menjadi korban kekerasan saat berada di kawasan Pejompongan.

Menurut keterangan istrinya, Sudarsi, Bambang keluar rumah pada hari kejadian untuk membantu tetangga merapikan dagangan. Setelah itu, ia juga disebut sempat mengantar seseorang yang sakit ke Rumah Sakit Pelni.

Namun hingga larut malam, Bambang tak kunjung pulang. Pihak keluarga kemudian memperoleh kabar bahwa korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang di sekitar kawasan Pejompongan.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Hadir Meriahkan Kemerdekaan RI Bersama LDII Jambi, Berikan Hadiah Sepeda Listrik

Peristiwa tersebut memicu perhatian luas di media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan rekaman yang diklaim sebagai dugaan aksi penganiayaan terhadap korban.

Bersamaan dengan itu, muncul berbagai tudingan mengenai dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam insiden tersebut. Sejumlah aktivis dan warganet mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Sejumlah warga mengaku melihat sekelompok orang yang diduga berasal dari sebuah organisasi kemasyarakatan memasuki sejumlah gang di kawasan Pejompongan. Kelompok tersebut juga disebut sebelumnya terlihat membantu aparat kepolisian membubarkan massa demonstran.

Namun demikian, dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam aksi kekerasan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Informasi tersebut masih bersumber dari kesaksian sejumlah warga dan belum terverifikasi secara independen maupun dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Ungkap Gudang Motor Ilegal, 1.494 Unit Diamankan

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang menjelaskan kronologi lengkap, penyebab kematian korban, identitas pelaku, maupun hasil penyelidikan terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

Publik berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mengungkap fakta berdasarkan alat bukti yang sah, serta menindak siapa pun yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi sorotan karena seorang warga yang disebut tidak terlibat dalam aksi demonstrasi dilaporkan kehilangan nyawa di tengah situasi kericuhan. Oleh karena itu, proses penegakan hukum yang transparan dan akuntabel dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum, keadilan bagi keluarga korban, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penyidikan.*

Share :

Baca Juga

KKB

Internasional

TNI Berhasil Lumpuhkan Komandan Operasi OPM Kodap XII

Daerah

Ketua DPRD Fajran Bersama Dewan Sidak Langsung TPS di RPT
fenomena ini usai berbuka puasa

Daerah

Gerhana Bulan Total Terjadi 3 Maret 2026 dan Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia
Kode redeem Free Fire (FF) terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru 18 April 2026, Segera Klaim 

Bangko

Ratusan Burung Dilindungi Gagal Diselundupkan di Merangin

Daerah

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih oleh PASKIBRAKA Provinsi Jambi

News

Pemkot Sungai Penuh Catat Tren Positif Tata Kelola 2025, Reformasi Birokrasi Naik ke Predikat B

Advertorial

PJ Bupati Tebo Cek Lokasi Persiapan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Di Desa Perintis