Home / Daerah / Kerinci / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Senin, 7 September 2026 - 09:21 WIB

Kualitas Udara Kerinci dan Kota Sungai Penuh Memburuk

Oplus_131072

Oplus_131072

Kerinci,http://Eksisjambi.com  – Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan pantauan kualitas udara Weather Channel (weather.com), kondisi udara di wilayah Kerinci masih menjadi perhatian akibat adanya polutan yang dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak.

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat sejumlah wilayah mengalami penurunan kualitas udara. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Hingga saat ini, sekolah mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih belum diliburkan karena belum adanya surat edaran resmi dari pemerintah daerah terkait penghentian sementara pembelajaran.

Baca Juga :  Musim Kemarau Meluas, Sejumlah Wilayah Tetap Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Orang tua siswa mulai menyampaikan kekhawatiran karena anak-anak harus tetap beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara dipenuhi asap. Mereka berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi berdasarkan kondisi kualitas udara terkini.

“Kalau asap terus seperti ini, kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu melihat kondisi di lapangan sebelum mengambil keputusan,” ujar salah seorang warga.

Kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan. Paparan partikel halus seperti PM2.5 dalam jangka waktu tertentu dapat memicu gangguan pernapasan. Weather Channel mencatat halaman kualitas udara Kerinci menampilkan informasi indeks kualitas udara, meski data rinci saat pembaruan terakhir belum tersedia.

Baca Juga :  Ini Manfaat Kacang dan Sayuran Bagi Kesehatan

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan kualitas udara serta mengambil langkah cepat apabila kondisi asap semakin memburuk.

Selain opsi meliburkan sekolah, warga juga berharap pemerintah mempertimbangkan kebijakan pembelajaran daring sementara apabila indeks pencemaran udara sudah berada pada kategori tidak sehat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun Pemerintah Kota Sungai Penuh terkait pemberlakuan libur sekolah akibat kabut asap.*

Share :

Baca Juga

Prakiraan Cuaca 14–16 Maret 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Daerah

Prakiraan Cuaca 14–16 Maret 2026
Bupati kerinci dan WAKO Sungai Penuh

Advertorial

Wako Alfin & Bupati Monadi Tinjau Pemberkasan PPPK di Polres Kerinci

Advertorial

Ketua Komisi IV Fadli Sudria Buka Pelatihan Kewirausahaan Bagi Kaum Milenial Kerinci – Kota Sungai Penuh
Pemerintah resmi menerapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026

Daerah

Pemerintah Terapkan Mandatori B50 Mulai 1 Juli 2026, Dorong Kemandirian Energi Nasional
Gerakan Penanaman pohon 🌲 di Tanjung Jabung Barat

Daerah

Wabup Katamso Pimpin Aksi Tanam Pohon Serentak Tanjung Jabung Barat 

Daerah

Pemdes Tengah Ulu Salurkan BLT-DD Tahun 2003
Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Merdeka Sungai Penuh dipadati ribuan jamaah hingga mencetak rekor terbanyak.

Daerah

Lapangan Mardeka Penuh Sesak Sholat Idul Fitri 1447 H./ 2026.M di Sungai Penuh 

Advertorial

Al Haris Harap PDMI Turut Bantu Pemerintah Teliti Produk Halal