JAKARTA,http://Eksisjambi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Mata uang Garuda tercatat turun 46 poin atau 0,26 persen ke level Rp17.864 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp17.818 per dolar AS.
Pelemahan pada awal sesi perdagangan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah dinamika pasar keuangan global. Pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen kebijakan suku bunga bank sentral, pergerakan indeks dolar AS, hingga kondisi ekonomi global yang memengaruhi arus modal.
Meski demikian, fluktuasi nilai tukar merupakan hal yang lazim terjadi di pasar valuta asing. Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan ekonomi internasional serta kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
Pergerakan rupiah juga menjadi perhatian pelaku usaha, terutama sektor yang bergantung pada aktivitas ekspor dan impor. Pelemahan nilai tukar dapat meningkatkan biaya impor, namun di sisi lain berpotensi memberikan keuntungan bagi eksportir yang menerima pembayaran dalam mata uang dolar AS.
Analis memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk perkembangan ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan bank sentral utama dunia, serta kondisi pasar keuangan global.*







