Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa / Provinsi Jambi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Gubernur Al Haris: Jambi Terkepung Kabut Asap Akibat Arah Angin

JAMBI, Eksisjambi.com – Gubernur Jambi Al Haris terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi melalui layar monitor aplikasi SiPongi yang berada di Posko Udara Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Dari hasil pemantauan pada Jumat (9/10/2026), Gubernur mengungkapkan bahwa kondisi kabut asap yang menyelimuti Jambi saat ini diperparah oleh arah angin yang membawa asap menuju wilayah Provinsi Jambi.

Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, Al Haris menjelaskan bahwa berdasarkan data pada aplikasi SiPongi masih terpantau sejumlah titik panas di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tebo.

Meski demikian, menurutnya persoalan utama bukan hanya keberadaan titik api, tetapi arah angin yang membuat asap berkumpul dan menyelimuti wilayah Jambi.

“Hal yang tidak bisa dimungkiri adalah arah angin yang semuanya terkunci dan menuju ke Jambi,” ujar Al Haris saat memaparkan kondisi di depan layar monitor SiPongi.

Baca Juga :  Gubernur Alharis : LPPD Potret Kinerja Pemerintah

Gubernur menegaskan seluruh personel Satgas Karhutla terus bekerja di lapangan untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyiraman hingga pembuatan sekat kanal guna mencegah meluasnya kebakaran.

Namun, ia menilai penanganan kabut asap berbeda dengan pemadaman titik api. Ketika api masih berkobar, petugas dapat melakukan pemadaman secara langsung. Sebaliknya, saat asap sudah terbawa angin, kemampuan tim di lapangan menjadi sangat terbatas.

“Semua tim bekerja. Kalau ada api yang membakar, Insyaallah tim berusaha untuk memadamkannya. Tapi kalau sudah berupa kabut asap, tim tidak bisa apa-apa, kecuali Allah yang bisa menghentikannya. Kita hanya bisa memohon kepada Allah agar arah angin tidak ke Jambi atau agar hujan segera turun,” ungkapnya.

Selain persoalan arah angin, Al Haris juga mengungkapkan kendala teknis yang menghambat operasi pemadaman dari udara. Hingga saat ini, operasi water bombing belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang (visibility) masih berada di kisaran 1.000 meter.

Baca Juga :  Wabup Tanjab Barat Hadiri Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Di Kantor Kejari

Padahal, menurutnya, standar keselamatan penerbangan untuk pelaksanaan water bombing mensyaratkan jarak pandang berada di atas 1.800 meter.

“Kendala kita yang pertama, kita tidak bisa melakukan langkah-langkah water bombing karena sampai hari ini jarak pandang kita masih di angka 1.000 meter. Padahal, standar penerbangan itu harus di atas 1.800 meter,” jelasnya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Gubernur mengatakan seluruh tim telah bersiaga dan siap menjalankan operasi apabila kondisi cuaca mendukung.

Ia menjelaskan, apabila pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB jarak pandang membaik dan kondisi awan memenuhi syarat, maka operasi TMC akan segera dilakukan untuk memicu hujan di wilayah terdampak.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap sinergi seluruh pihak, didukung kondisi cuaca yang membaik, dapat mempercepat penanganan Karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Sebelum Kran Moratorium Pemekaran Dibuka Monadi – Murison : Semua Layanan Publik Selesai di Kecamatan

Advertorial

Wagub Sani Tekankan Pentingnya Air Bersih
Fenomena cahaya langit di Indonesia

Daerah

Fenomena Cahaya di Langit Indonesia Picu Spekulasi, Diduga Puing Antariksa CZ-3B R/B
Bunga Desa Bupati kerinci dan Wakil Bupati Kerinci

Advertorial

Bupati dan Wabup Kerinci Bermalam di Masgo, Jalan Rusak dan Listrik Jadi Curhat Warga

Daerah

Pemkot Terima Kunjungan Kerja Pemkab Rejang Lebong

Daerah

PEMDES PELAYANG RAYA SUKSES SALURKAN BLT TAHAP 7, 8 dan 9
Kode Redeem ff Terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru 15 Februari 2026, Klaim Sekarang 

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Borong Tiga Penghargaan HARGANAS ke-33 Tahun 2026