BANYUASIN, Eksisjambi.com – Dugaan pembakaran lahan secara sengaja kembali menjadi sorotan di Sumatera Selatan. Sebidang lahan yang sebelumnya terbakar di Desa Gasing, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kini diketahui telah di ratakan menggunakan sejumlah alat berat hanya sekitar sepekan setelah peristiwa kebakaran.
Temuan tersebut diungkapkan oleh Bupati Musi Banyuasin (Muba), Askolani, saat meninjau langsung lokasi bekas kebakaran. Ia mengaku terkejut melihat kondisi lahan yang telah berubah drastis.
“Ini jelas-jelas sengaja dibakar. Baru sekitar seminggu setelah terbakar, lahannya sudah diratakan menggunakan banyak alat berat,” ujar Askolani saat berada di lokasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa kebakaran tidak terjadi secara alami, melainkan diduga berkaitan dengan upaya membuka atau mengubah fungsi lahan. Ia menilai proses perataan lahan yang dilakukan begitu cepat setelah kebakaran patut menjadi perhatian aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Askolani berharap aparat berwenang dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap, gangguan kesehatan masyarakat, hingga kerugian ekonomi yang besar.
Pemerintah bersama aparat penegak hukum diharapkan memperketat pengawasan terhadap kawasan rawan karhutla serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai hasil penyelidikan atas dugaan pembakaran lahan tersebut maupun pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas perataan lahan menggunakan alat berat.
Meta Deskripsi: Lahan bekas kebakaran di Desa Gasing, Banyuasin, Sumatera Selatan, diratakan menggunakan alat berat sepekan setelah terbakar. Bupati Muba Askolani menduga kebakaran dilakukan secara sengaja dan meminta aparat mengusut tuntas.*







