Coffe, Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi di pasar internasional kembali berada di zona merah pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Baik kopi Arabika maupun Robusta sama-sama mengalami penurunan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan bursa komoditas internasional, harga kopi Arabika di ICE US ditutup di level 294,80 sen per pon (¢/lb), turun 3,25 sen atau 1,09 persen. Dengan kurs perkiraan saat ini, harga tersebut setara sekitar Rp116.700 per kilogram.
Sementara itu, harga kopi Robusta di ICE Europe mengalami pelemahan yang lebih dalam. Kontrak robusta tercatat berada di level US$3.364 per ton, turun US$106 atau 3,05 persen, atau setara sekitar Rp60.400 per kilogram.
Penurunan harga kedua jenis kopi ini menunjukkan masih tingginya dinamika perdagangan komoditas global. Fluktuasi harga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca di negara-negara produsen utama, prospek panen, pergerakan nilai tukar dolar AS, hingga sentimen pasar terhadap permintaan kopi dunia.
Bagi petani kopi di Indonesia, khususnya di sentra produksi seperti Kerinci, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, dan daerah penghasil lainnya, perkembangan harga internasional tetap menjadi salah satu acuan penting. Meski demikian, harga yang diterima petani di tingkat lokal juga dipengaruhi oleh kualitas biji kopi, biaya distribusi, permintaan eksportir, serta kondisi pasar domestik.
Pelaku usaha dan petani diharapkan terus memantau perkembangan pasar global sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi penjualan hasil panen, terutama menjelang musim panen di sejumlah wilayah penghasil kopi Indonesia.*







