Tasikmalaya, http://Eksisjambi.com – Industri pertahanan nasional berpeluang memasuki babak baru menyusul rencana kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan perusahaan pertahanan Thales Belgia untuk memproduksi 10.000 unit roket berteknologi laser di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Rencana tersebut di sebut akan di laksanakan di wilayah Tasikmalaya, yang berada di kawasan kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Jika terealisasi, proyek ini di nilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri sekaligus membuka peluang pengembangan roket tersebut menjadi rudal nasional di masa mendatang.
Roket berpemandu laser merupakan sistem persenjataan presisi tinggi yang mampu meningkatkan akurasi sasaran di bandingkan roket konvensional. Teknologi ini banyak di gunakan untuk mendukung operasi pertahanan modern karena memiliki tingkat ketepatan yang lebih baik serta mampu meminimalkan dampak di luar target.
Selain memperkuat kemampuan teknologi pertahanan Indonesia, kerja sama tersebut juga di perkirakan akan memberikan dampak positif terhadap sektor industri nasional. Produksi dalam jumlah besar berpotensi menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan kemampuan manufaktur berteknologi tinggi, serta memperkuat rantai pasok industri pertahanan di dalam negeri.
Apabila pengembangan berjalan sesuai rencana, hasil produksi roket berpemandu laser tersebut juga memiliki peluang untuk di kembangkan lebih lanjut menjadi sistem rudal nasional dengan kandungan teknologi yang semakin tinggi dan tingkat kemandirian industri pertahanan yang lebih kuat.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai jadwal di mulainya produksi, nilai investasi, maupun rincian teknis kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dan Thales Belgia. Informasi lebih lanjut masih menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.
Proyek ini di pandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi persenjataan modern yang di produksi di dalam negeri.*







