JAKARTA, Eksisjambi.com – Persoalan fasilitas pendukung bagi penyuluh pertanian kembali menjadi perhatian. Seorang mahasiswa program S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga berprofesi sebagai penyuluh pertanian asal Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menyampaikan keluhan terkait kendala mobilitas penyuluh yang hingga kini masih banyak menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan tugas di lapangan.
Keluhan tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Mahasiswa tersebut menilai kebutuhan sarana pendukung menjadi faktor penting agar penyuluh dapat menjalankan pendampingan kepada petani secara lebih optimal.
Menurutnya, aktivitas penyuluh pertanian memiliki cakupan wilayah yang luas sehingga membutuhkan dukungan fasilitas, terutama kendaraan operasional, agar pelayanan kepada petani berjalan efektif.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung terkait fasilitas yang dimiliki Badan Gizi Nasional (BGN). Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Mentan Amran.
Amran mengingatkan agar persoalan fasilitas antarinstansi tidak dijadikan bahan untuk memperkeruh keadaan atau membenturkan satu lembaga dengan lembaga lainnya.
Ia menegaskan, setiap institusi memiliki tugas dan fungsi masing-masing dalam mendukung program pemerintah. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi hal penting untuk mencapai tujuan bersama, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Jangan sampai persoalan ini menjadi bahan adu domba antarlembaga. Semua memiliki peran dan harus saling mendukung,” pesan Amran.
Mentan juga menekankan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan dukungan terhadap para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. Penyuluh dinilai memiliki peran strategis dalam membantu petani meningkatkan produktivitas, menerapkan teknologi pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan.
Sorotan dari mahasiswa UGM tersebut menjadi masukan bagi pemerintah agar kebutuhan penyuluh di lapangan terus mendapat perhatian, terutama terkait sarana operasional yang menunjang kinerja mereka.
Dengan fasilitas yang memadai, penyuluh diharapkan dapat bekerja lebih maksimal dalam mendampingi petani di berbagai daerah Indonesia.*







