Kerinci, Eksisjambi.com – Baju Dahin merupakan salah satu peninggalan budaya tertua masyarakat adat Kerinci yang menjadi bukti kecerdasan leluhur dalam memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan.
Pada masa ketika kain tenun dan tekstil belum di kenal, masyarakat Kerinci telah mengolah kulit pohon trok menjadi bahan pakaian yang kuat, lentur, dan nyaman di gunakan.
Pohon trok yang tumbuh di hutan-hutan Kerinci di ambil kulit bagian dalamnya tanpa harus merusak seluruh pohon. Kulit tersebut kemudian di rendam, di pukul menggunakan alat pemukul kayu hingga seratnya melebar dan menyatu menjadi lembaran.
Setelah di jemur dan di keringkan, lembaran kulit kayu di bentuk menjadi pakaian yang di kenal sebagai Baju Dahin.
Dalam kehidupan masyarakat Kerinci tempo dulu, Baju Dahin di gunakan sebagai pakaian sehari-hari, terutama sebelum masuknya kain dari luar daerah melalui jalur perdagangan.
Selain berfungsi sebagai pelindung tubuh, Baju Dahin juga mencerminkan kesederhanaan, kemandirian, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Baju Dahin memiliki makna filosofis yang mendalam. Penggunaan bahan dari alam melambangkan rasa syukur atas anugerah Tuhan serta kewajiban menjaga kelestarian hutan.
Bagi masyarakat adat Kerinci, alam bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus di hormati dan di wariskan kepada generasi berikutnya.
Memasuki masa modern, penggunaan Baju Dahin semakin berkurang karena masyarakat beralih menggunakan pakaian berbahan kain.
Meski demikian, keberadaannya tetap di jaga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Saat ini, Baju Dahin sering di tampilkan dalam Festival Budaya Kerinci, pameran budaya, museum, serta berbagai kegiatan adat sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Kerinci.
Baju Dahin bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan jejak peradaban leluhur Kerinci yang menunjukkan kemampuan mereka mengolah sumber daya alam secara berkelanjutan.
Warisan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kerinci telah memiliki pengetahuan lokal yang maju, kreatif, dan selaras dengan alam jauh sebelum berkembangnya industri tekstil modern.
Melestarikan Baju Dahin berarti menjaga sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Kerinci agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Khai).







