Home / Daerah / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Sosbud

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Sejarah dan Filosofi Baju Dahin dari Kulit Kayu Trok Kerinci

Baju Dahin kulit kayu trok kerinci

Baju Dahin kulit kayu trok kerinci

Kerinci, Eksisjambi.com – Baju Dahin merupakan salah satu peninggalan budaya tertua masyarakat adat Kerinci yang menjadi bukti kecerdasan leluhur dalam memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan.

Pada masa ketika kain tenun dan tekstil belum di kenal, masyarakat Kerinci telah mengolah kulit pohon trok menjadi bahan pakaian yang kuat, lentur, dan nyaman di gunakan.

Pohon trok yang tumbuh di hutan-hutan Kerinci di ambil kulit bagian dalamnya tanpa harus merusak seluruh pohon. Kulit tersebut kemudian di rendam, di pukul menggunakan alat pemukul kayu hingga seratnya melebar dan menyatu menjadi lembaran.

Setelah di jemur dan di keringkan, lembaran kulit kayu di bentuk menjadi pakaian yang di kenal sebagai Baju Dahin.

Baca Juga :  Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno Wafat

Dalam kehidupan masyarakat Kerinci tempo dulu, Baju Dahin di gunakan sebagai pakaian sehari-hari, terutama sebelum masuknya kain dari luar daerah melalui jalur perdagangan.

Selain berfungsi sebagai pelindung tubuh, Baju Dahin juga mencerminkan kesederhanaan, kemandirian, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Baju Dahin memiliki makna filosofis yang mendalam. Penggunaan bahan dari alam melambangkan rasa syukur atas anugerah Tuhan serta kewajiban menjaga kelestarian hutan.

Bagi masyarakat adat Kerinci, alam bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus di hormati dan di wariskan kepada generasi berikutnya.

Memasuki masa modern, penggunaan Baju Dahin semakin berkurang karena masyarakat beralih menggunakan pakaian berbahan kain.

Meski demikian, keberadaannya tetap di jaga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Prov. Jambi Cari Solusi Tekan Pengangguran

Saat ini, Baju Dahin sering di tampilkan dalam Festival Budaya Kerinci, pameran budaya, museum, serta berbagai kegiatan adat sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Kerinci.

Baju Dahin bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan jejak peradaban leluhur Kerinci yang menunjukkan kemampuan mereka mengolah sumber daya alam secara berkelanjutan.

Warisan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kerinci telah memiliki pengetahuan lokal yang maju, kreatif, dan selaras dengan alam jauh sebelum berkembangnya industri tekstil modern.

Melestarikan Baju Dahin berarti menjaga sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Kerinci agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Khai).

Share :

Baca Juga

Bangko

Pabung 0420/Sarko Hadiri Sosialisasi Pengawasan Partisipatif untuk Mewujudkan Pilkada Damai dan Berintegritas

Daerah

Peredaran Rokok Ilegal Ancam Ekonomi ASEAN, Potensi Kerugian Pajak Capai Rp131 Triliun

Advertorial

Pengurus Tani Mardeka Se-Prov.Jambi Segera Dilantik 

News

Bupati H.Adirozal Sebagai Khatib Jumat di Masjid Raya Sungai Penuh

Daerah

Ini Penjelasan Kapolsek Air Hangat, Sesosok Mayat Yang Ditemukan Tergeletak di Kawasan Perladangan
jet tempur J-10C

Internasional

Indonesia Beli 42 Jet Tempur J-10C dari China Senilai Rp 145 Triliun

Advertorial

Kejutan Spesial di Hari Ulang Tahun ke-60 Wakil Bupati Kerinci, H. Murison

Internasional

Iran Lolos ke Piala Dunia 2026, Tapi Terancam Tak Bisa Masuk AS..!!