JAKARTA,Eksisjambi.com – Harga kopi dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. Dua komoditas utama, yakni kopi Arabika dan Robusta, tercatat bergerak turun di pasar berjangka internasional.
Penurunan harga terjadi seiring dinamika pasar global yang masih dipengaruhi oleh perkembangan pasokan, permintaan, serta sentimen pelaku pasar terhadap kondisi industri kopi dunia.
Harga Arabika ICE US Turun 2,11 Persen
Harga kopi Arabika kontrak ICE US berada pada level 300,95 sen per pon (¢/lb). Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 6,50 poin atau melemah 2,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Jika dikonversikan, harga Arabika tersebut berada di kisaran US$ 6,63 per kilogram atau sekitar Rp120.200 per kilogram.
Pergerakan negatif pada pasar Arabika menunjukkan tekanan jual masih terjadi, meskipun permintaan terhadap kopi berkualitas tinggi tetap menjadi salah satu faktor yang menopang pasar dalam jangka panjang.
Harga Robusta ICE EU Ikut Melemah
Sementara itu, harga kopi Robusta di pasar ICE EU juga mengalami penurunan. Harga Robusta tercatat berada di level US$ 3,201 per kilogram, turun 41 poin atau sekitar 1,26 persen.
Dengan nilai tukar perkiraan saat ini, harga Robusta tersebut setara dengan sekitar Rp58.000 per kilogram.
Pelemahan harga Robusta turut mencerminkan kondisi pasar yang masih berhati-hati terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan kopi global.
Dampak Terhadap Pasar Kopi
Turunnya harga kopi internasional menjadi perhatian bagi pelaku usaha, pedagang, hingga petani kopi, terutama di daerah penghasil kopi. Perubahan harga global dapat memengaruhi harga pembelian di tingkat lokal setelah memperhitungkan faktor kurs, biaya distribusi, kualitas biji, serta kondisi pasar domestik.
Bagi petani kopi, perkembangan harga dunia menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan strategi penjualan hasil panen, terutama ketika harga internasional mengalami fluktuasi.
Pasar kopi global diperkirakan masih akan bergerak dinamis seiring munculnya informasi terbaru terkait produksi negara-negara penghasil utama dan perkembangan konsumsi dunia.(*)







