Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Harga Kopi Internasional Kembali Melemah, Arabika dan Robusta Tertekan

Harga KOPI Internasional

Harga KOPI Internasional

JAKARTA,Eksisjambi.com – Harga kopi dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. Dua komoditas utama, yakni kopi Arabika dan Robusta, tercatat bergerak turun di pasar berjangka internasional.

Penurunan harga terjadi seiring dinamika pasar global yang masih dipengaruhi oleh perkembangan pasokan, permintaan, serta sentimen pelaku pasar terhadap kondisi industri kopi dunia.

Harga Arabika ICE US Turun 2,11 Persen

Harga kopi Arabika kontrak ICE US berada pada level 300,95 sen per pon (¢/lb). Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 6,50 poin atau melemah 2,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Jika dikonversikan, harga Arabika tersebut berada di kisaran US$ 6,63 per kilogram atau sekitar Rp120.200 per kilogram.

Baca Juga :  Harga Kopi Dunia 4 Agustus 2026: Arabika Melemah, Robusta Naik Tipis

Pergerakan negatif pada pasar Arabika menunjukkan tekanan jual masih terjadi, meskipun permintaan terhadap kopi berkualitas tinggi tetap menjadi salah satu faktor yang menopang pasar dalam jangka panjang.

Harga Robusta ICE EU Ikut Melemah

Sementara itu, harga kopi Robusta di pasar ICE EU juga mengalami penurunan. Harga Robusta tercatat berada di level US$ 3,201 per kilogram, turun 41 poin atau sekitar 1,26 persen.

Dengan nilai tukar perkiraan saat ini, harga Robusta tersebut setara dengan sekitar Rp58.000 per kilogram.

Pelemahan harga Robusta turut mencerminkan kondisi pasar yang masih berhati-hati terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan kopi global.

Baca Juga :  Harga Kopi Internasional 22 Oktober 2026: Arabika Kembali Menguat, Robusta Justru Terkoreksi

Dampak Terhadap Pasar Kopi

Turunnya harga kopi internasional menjadi perhatian bagi pelaku usaha, pedagang, hingga petani kopi, terutama di daerah penghasil kopi. Perubahan harga global dapat memengaruhi harga pembelian di tingkat lokal setelah memperhitungkan faktor kurs, biaya distribusi, kualitas biji, serta kondisi pasar domestik.

Bagi petani kopi, perkembangan harga dunia menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan strategi penjualan hasil panen, terutama ketika harga internasional mengalami fluktuasi.

Pasar kopi global diperkirakan masih akan bergerak dinamis seiring munculnya informasi terbaru terkait produksi negara-negara penghasil utama dan perkembangan konsumsi dunia.(*)

Share :

Baca Juga

Tol Jambi

Daerah

Dua Ruas Tol di Jambi Resmi Masuk PSN Era Prabowo, Arah Baru Konektivitas Sumatera

Daerah

Semarak Pawai Obor Menyambut Tahun Baru Islam di Kota Sungai Penuh
Pemkab Kerinci bersama BAZNAS menyalurkan bantuan Rp180 juta

Daerah

Pemkab Kerinci dan BAZNAS Salurkan Bantuan Rp180 Juta untuk Siswa dan Mustahik

Daerah

GEMA Perjuangan Maharani Nusantara Hadir di Jambi
Minangkabau

Artikel

Menelusuri Makna Pepatah Minang: Saat Kebersamaan dan Kesetaraan Jadi Kekuatan Bangsa

Bangko

Babinsa Melaksanakan Pendampingan Terhadap Kelompok Tani Dalam Rangka Penyerahan Bantuan Pompa Air Dari Kementrian Pertanian

Advertorial

PJ.Bupati Asraf Pimpin Upacara Pembukaan TMMD Ke-120

Advertorial

Tertibkan PKL Pasar Talang Banjar, Gubernur Al Haris: Ini Bentuk Kecintaan Terhadap Kota Jambi