http://Eksisjambi.c9m Tungkal – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di kantor bupati, Rabu (15/4/2026). Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada rencana, melainkan pada bagaimana program benar-benar dijalankan di lapangan.
Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Jamal Darmawan, yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret dari setiap kebijakan yang disusun. Ia menilai, tanpa pengawasan dan aksi nyata, program ketahanan pangan berpotensi berhenti sebatas wacana.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya perencanaan, tapi pelaksanaan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani,” ujarnya usai mengikuti rapat.
Rapat yang dipimpin Bupati Anwar Sadat itu dihadiri berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, organisasi perangkat daerah, hingga perwakilan sektor swasta dan perbankan. Kolaborasi lintas sektor menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan produksi pangan daerah.
Di tengah pembahasan, Jamal menekankan peran legislatif dalam mengawal kebijakan agar tetap berjalan sesuai sasaran. DPRD, kata dia, tidak hanya mendukung dari sisi anggaran, tetapi juga memastikan implementasi di lapangan berjalan efektif.
Ia juga menyinggung pentingnya keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung sektor pertanian, terutama dalam hal penyediaan sarana produksi dan pendampingan petani.
Sementara itu, Bupati Anwar Sadat dalam arahannya menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian dari agenda nasional yang harus diterjemahkan secara konkret di daerah. Ia meminta seluruh pihak memaksimalkan potensi yang ada, mulai dari lahan hingga sumber daya manusia.
Dari hasil diskusi, sejumlah tantangan mengemuka, seperti distribusi sarana pertanian, dukungan teknologi, hingga perlunya pendampingan berkelanjutan bagi petani. Hal-hal tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditindaklanjuti.(EkoJe)







