Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Sabtu, 6 Desember 2025 - 04:19 WIB

Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra: 836 Tewas, 509 Hilang, Ribuan Mengungsi

Bencana Sumatra

Bencana Sumatra

SUMATRA,http://Eksisjambi.com  –  Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra sejak 25 November 2025 terus menunjukkan dampak yang semakin mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 06.00 WIB, yang mencatat sebanyak 836 warga meninggal dunia, 509 orang dinyatakan hilang, dan 2.700 lainnya mengalami luka-luka.

Korban berasal dari tiga provinsi yang terdampak paling parah, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

BNPB menjelaskan bahwa bencana ini telah mengakibatkan kerusakan luas pada permukiman warga. Sebanyak 10.500 rumah di 51 kabupaten terdampak banjir bandang dan longsor.

 Kondisi tersebut memaksa ribuan keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagian besar menempati posko darurat yang didirikan pemerintah daerah dan relawan.

Baca Juga :  Dalam Rangka Memperingati HUT TNI Ke-79 di Desa Parit Ujung Tanjung Kodim 0420/Sarko Laksanakan Karya Bhakti

Kerusakan juga terjadi pada 536 fasilitas umum, meliputi 25 fasilitas kesehatan, 185 rumah ibadah, 115 gedung serta perkantoran, dan 295 jembatan yang putus atau mengalami kerusakan berat.

Kerusakan infrastruktur ini turut menghambat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta akses perhubungan antardaerah.

Sektor pendidikan menjadi salah satu yang terdampak signifikan. Sedikitnya 326 fasilitas pendidikan rusak parah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, sehingga proses belajar-mengajar terhenti di banyak wilayah. Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan skema sekolah darurat sembari menunggu proses perbaikan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Kerahkan 4 Pesawat Militer Bawa Bantuan Mendesak ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Dari ketiga provinsi terdampak, Aceh menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 325 korban meninggal dunia. Sumatra Utara menyusul dengan 311 korban jiwa, sementara Sumatra Barat mencatat 200 warga meninggal dunia.

Hingga kini, ribuan petugas gabungan dari BNPB, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan terus melakukan pencarian korban, pendataan, dan penyaluran bantuan logistik.

 Pemerintah pusat juga menyatakan tengah mempersiapkan langkah-langkah percepatan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.

Situasi di lapangan di laporkan masih dinamis, dengan potensi cuaca ekstrem yang bisa memperburuk kondisi. BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Adirozal Hadiri Vaksinasi Massal di Sebukar

Advertorial

Wagub Sani Ajak Generasi Muda Untuk Berkoperasi

Daerah

Gerhana Matahari Cincin Api Disebut Muncul Jelang Ramadhan
Pesan WAKO dan Wawako Sungai Penuh

Advertorial

Pesan Wako dan Wawako Sungai Penuh Jelang Aksi Demo Cipayung Plus dan BEM

Advertorial

5 Pasang Bakal Calon Walikota, Posisi Ahmadi-Ferry Semakin Kuat 

Bangko

TTIS Merangin Resmi Dikukuhkan Kepala BSSN RI

Daerah

Pedagang Bendera Merah Putih Keluhkan Sepi Pembeli

Advertorial

Kapolres Tebo Pimpin Upacara Sertijab dan Pelepasan Purna Bhakti Personil Polres Tebo