http://Eksisjambi.com – Ayat pertama yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, yakni Surat Al-Alaq ayat 1–5, hingga kini terus di yakini memiliki nilai spiritual dan keutamaan besar bagi umat Islam.
Sejumlah ulama ahli hikmah menuturkan adanya amalan yang berkaitan dengan ayat-ayat awal tersebut, khususnya bagi orang tua yang baru menyambut kelahiran anak.
Surat Al-Alaq ayat 1–5 berisi perintah “Iqra’” (Bacalah), yang menjadi tanda di mulainya wahyu kenabian:
- اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ
- خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
- اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ
- الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
- . عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Menurut penjelasan salah satu ulama ahli hikmah, siapa pun yang membacakan ayat ini sebanyak tiga kali, kemudian meniupkannya ke mulut anak yang baru lahir mulai dari hari pertama hingga usia sekitar 1–6 bulansecara rutin setiap subuh atau pagi selama 41 hari, akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Ulama tersebut menyebutkan bahwa melalui wasilah ayat pertama yang di ajarkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, Allah SWT menakdirkan anak tersebut menjadi pribadi yang shalih, alim, cerdas, dan membawa keberuntungan dalam hidupnya.
Bahkan, di sebutkan pula bahwa anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang berbakti kepada kedua orang tua, bermanfaat bagi masyarakat, serta di berikan kelapangan rezeki dengan keberkahan.
Amalan ini di yakini sebagai bentuk ikhtiar spiritual orang tua muslim untuk menanamkan nilai keberkahan pada awal kehidupan buah hati mereka.
“Semoga amalan ini memberi manfaat, melahirkan generasi muslim yang cerdas, kaya raya dengan keberkahan, serta bertakwa kepada Allah SWT,” ujar ulama tersebut.
Amalan ini juga menjadi pengingat bahwa wahyu pertama Islam mengajarkan pentingnya ilmu, membaca, dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah sejak manusia memulai perjalanan hidupnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.







