Sungai Penuh,http://Eksisjambi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci merilis prakiraan kondisi cuaca untuk wilayah Kota Sungai Penuh yang berlaku pada 24–29 November 2025.
Lewat surat bernomor B/ME.02.04/028/KKRC/XI/2025, BMKG menyampaikan bahwa wilayah tersebut diprediksi masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai potensi cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tanggal 24 November 2025, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari:
Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Samudra Hindia barat Lampung
- Jambi hingga Sumatera Barat
- Sumatera Selatan hingga Bengkulu
- Laut Jawa hingga Lampung
Kondisi ini diperkuat oleh Dipole Mode Index (DMI) yang tercatat -0.99, yang meningkatkan pembentukan awan hujan di pesisir barat Sumatra.
Selain itu, penguatan Monsun Asia serta aktifnya Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di sebagian wilayah Sumatra menambah suplai uap air dari Samudra Hindia, sehingga memicu intensitas hujan yang lebih tinggi di banyak wilayah, termasuk Kota Sungai Penuh.
BMKG memperingatkan bahwa peningkatan pertumbuhan awan hujan dapat memicu cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi seperti:
- Banjir
- Banjir bandang
- Genangan air
- Tanah longsor
Kondisi topografi Sungai Penuh yang berada di kawasan pegunungan dengan lereng terjal, ditambah curah hujan tinggi berdurasi panjang, membuat wilayah ini semakin rawan mengalami longsor serta erosi, terutama di daerah bantaran sungai.
Untuk periode 24–29 November 2025, hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada pagi, sore, atau malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir di kawasan:
- Kecamatan Hamparan Rawang
- Koto Baru
- Kumun Debai
- Pesisir Bukit
- Sungai Bungkal
- Sungai Penuh
- Tanah Kampung
Sementara potensi tanah longsor perlu diwaspadai terutama di wilayah Tapan.
BMKG Depati Parbo mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar, serta selalu mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial.(*)







