Sumatra Barat, http://Eksisjambi.com – Audiensi Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di fokuskan pada pembangunan, yakni mitigasi bencana melalui kajian penamaan rupa bumi atau toponimi.
BRIN menyampaikan bahwa
telah melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat di Istana Gubernur Sumatera Barat pada Selasa (23/12/2025).
Pertemuan ini bertujuan menyampaikan berbagai hasil riset strategis BRIN yang berpotensi di adopsi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.
Salah satu poin utama yang di paparkan oleh perwakilan Tim BRIN, Drs. Musfebtial, M.Hum. Dari hasil riset terkait mitigasi bencana melalui kajian penamaan rupa bumi atau toponimi.
Kajian ini di harapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana yang berlandaskan kearifan lokal, khususnya di wilayah Sumatera Barat yang rawan bencana.
Audiensi tersebut di prakarsai oleh Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., dan di hadiri oleh sejumlah periset BRIN, antara lain PR KKP ARBASTRA Musfebrial, M.Hum., PR MLTL Rita Novita, M.Hum., PR Preservasi Bahasa Yulino, M.Hum., Syamsurijal dari ARBASTRA, Sharli Asmairicen dari PR Peternakan, serta Kepala Balibangda/BRIDA Sumatera Barat Rina Anisa.
Kehadiran para periset ini terdiri dari berbagai bidang ini mencerminkan komitmen BRIN dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dengan pemerintah daerah.
Dalam suasana diskusi yang hangat, para periset BRIN yang berdomisili di Sumatera Barat berasal dari berbagai pusat riset, seperti Pusat Riset Hortikultura (PRH) di bawah Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih (TLTB),
Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) di bawah Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, serta Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (ARBASTRA). Gagasan kolaborasi ini di sambut positif oleh Gubernur Mahyeldi, yang menegaskan bahwa Pemda Sumatera Barat telah merancang program riset kolaboratif dengan melibatkan BRIN sebagai mitra strategis utama.
Menurut Gubernur Mahyeldi, sinergi antara Pemda dan BRIN sangat penting agar setiap kebijakan publik yang di ambil di dasarkan pada analisis data yang akurat dan metode ilmiah yang dapat di pertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut di yakini mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Gubernur Mahyeldi juga menjanjikan penyediaan fasilitas ruang kerja yang layak dan nyaman bagi para periset BRIN di Sumatera Barat. Saat ini,
Pemda menunggu surat permohonan resmi dari BRIN sebagai dasar administratif dan legalitas penyediaan fasilitas tersebut, yang di harapkan dapat menjadi pusat inovasi bersama antara periset pusat dan daerah.
Di sela-sela audiensi, Gubernur Mahyeldi secara khusus meminta dukungan Tim Ahli BRIN untuk membantu penanganan bencana alam yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Ia berharap keterlibatan BRIN dapat menghadirkan solusi teknis yang cepat dan tepat, baik dalam upaya pemulihan maupun mitigasi bencana di masa mendatang, sehingga keselamatan dan ketahanan masyarakat dapat terus di tingkatkan.***







