Eksisjambi.com,- Pada saat sidang paripurna pandangan umum fraksi DPRD Tanjabbarat beberapa waktu lalu, fraksi Golkar Kabupaten Tanjabbarat dengan lantang mengatakan problematika tapal batas wilayah antara Kab. Tanjabbar dan Tanjabtim, serta ketimpangan pengeluaran Atar wilayah dalam Kab. Tanjabbar, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kab. Tanjabbar masih mengalami kenaikan.
Pandangan umum fraksi Golkar yang disampaikan oleh sekretaris partai Golkar Kab. Tanjabbarat, Dedi Hadi dengan lantang mengatakan tingkat pengangguran terbuka meningkat dan ketimpangan pengeluaran dalam wilayah kabupaten.
“Dalam laporan keterangan pertanggungjawaban terlihat terdapat pelebaran ketimpangan pengeluaran antar wilayah dalam kab. tanjabbarat. Selain itu tingkat pengangguran terbuka kab. tanjabbarat masih mengalami kenaikan dari 2,88% di tahun 2022 menjadi 2,95% di tahun 2023. Tentunya ini juga menjadi PR besar untuk pemerintah kedepannya untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut,” ujar Dedi Hadi, Senin (17/05/2024).
Sambung Dedi Hadi, “Selanjutnya yang menjadi perhatian serius dari fraksi Golkar adalah mengenai problematika tapal batas wilayah antara Tanjabbarat dan Tanjabtimur, penyelesaian sengketa tapal batas tersebut harus dipastikan penyelesaiannya tidak merugikan pemerintah Kab. Tanjabbarat,” ucap Dedi Hadi.
Fraksi Golkar juga meminta problem konektivitas antar wilayah menjadi fokus utama dan Bupati tetap fokus pada visi misi diakhir masa jabatannya.
“Selanjutnya fraksi partai Golkar meminta agar problem terkait konektivitas antar wilayah di Tanjabbarat juga menjadi fokus utama. Dan terakhir fraksi Golkar memberi saran kepada Pemkab, diakhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati agar dapat tetap fokus kepada realisasi visi misi yang telah ditetapkan,” tuturnya. (Adibae*)







