Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:55 WIB

Cadangan Menipis, PT Timah Siap Menembus Kedalaman Ekstrem 80 Meter di Bawah Laut

Jakarta, http://Eksisjambi.com –  PT Timah Tbk (TINS) bersiap melakukan terobosan besar dalam industri pertambangan nasional dengan memperluas aktivitas penambangan ke wilayah laut dalam atau deep sea mining hingga kedalaman 80 meter.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas semakin menipisnya cadangan bijih timah aluvial yang selama puluhan tahun menjadi sumber utama produksi perusahaan.

Sebagai anggota holding industri pertambangan MIND ID, PT Timah kini tengah mempersiapkan berbagai teknologi dan armada baru guna menjangkau deposit timah yang berada jauh lebih dalam dibanding area operasi saat ini.

Direktur Strategi Korporasi PT Timah, Harry Budi Sidharta, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mematangkan proses pengadaan kapal tambang generasi baru yang dirancang khusus untuk beroperasi di laut dalam.

“Ke depan kami akan memperkuat kemampuan eksplorasi dan produksi di area yang memiliki potensi cadangan besar namun berada pada kedalaman yang lebih ekstrem,” ujarnya.

Saat ini, rata-rata kapal isap produksi yang digunakan perusahaan hanya mampu beroperasi hingga kedalaman sekitar 50 meter. Dengan teknologi baru tersebut, PT Timah menargetkan kemampuan operasional hingga 80 meter di bawah permukaan laut.

Cadangan Diperkirakan Bertahan 10–15 Tahun

Baca Juga :  Pemerintah Kuasai 63 Persen Saham PT Freeport Indonesia pada 2041

Langkah ekspansi ke laut dalam tidak terlepas dari kondisi cadangan timah nasional yang terus menyusut. Direktur Produksi PT Timah, Ilhamsyah Mahendra, menyebutkan bahwa sisa cadangan timah domestik saat ini diperkirakan berada di kisaran 300.000 ton.

Jumlah tersebut diproyeksikan hanya mampu menopang kegiatan produksi selama sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan apabila tidak ditemukan cadangan baru dalam jumlah signifikan.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bagi perusahaan untuk segera mencari sumber daya alternatif guna menjaga keberlanjutan bisnis dan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen timah terbesar dunia.

Garap Tambang Primer dan Bidik Aset Luar Negeri

Selain memperluas eksplorasi ke laut dalam, PT Timah juga mulai mengembangkan tambang primer berbasis batuan keras (hard rock mining) di daratan.

Metode ini berbeda dengan penambangan aluvial yang selama ini mendominasi produksi perusahaan. Pengembangan tambang primer membutuhkan teknologi pengolahan yang lebih kompleks, termasuk proses penggerusan batuan hingga ukuran sangat halus untuk mengekstraksi kandungan timah secara optimal.

Di sisi lain, perusahaan juga membuka peluang ekspansi internasional melalui akuisisi aset tambang maupun kemitraan strategis dengan perusahaan pertambangan di luar negeri.

Baca Juga :  Indonesia Menuju Swasembada Pangan 2026, 7 Komoditas Strategis Tak Lagi Bergantung Impor

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pasokan bahan baku sekaligus memperluas portofolio sumber daya mineral perusahaan dalam jangka panjang.

Manfaatkan GIS dan Drone untuk Cari Cadangan Baru

Dalam upaya meningkatkan efektivitas eksplorasi, PT Timah kini mengandalkan teknologi digital berbasis Geographic Information System (GIS) serta pemantauan udara menggunakan drone.

Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan perusahaan melakukan pemetaan geologi secara lebih akurat, mempercepat identifikasi wilayah prospektif, serta menekan biaya eksplorasi dibanding metode konvensional.

Integrasi data digital dan pengawasan udara juga membantu perusahaan menemukan titik-titik cadangan baru yang sebelumnya sulit dijangkau atau belum terpetakan secara optimal.

Tantangan Baru Industri Timah Nasional

Rencana penetrasi hingga kedalaman 80 meter menandai babak baru industri pertambangan timah Indonesia. Selain menawarkan peluang penemuan cadangan baru, strategi ini juga membawa tantangan besar, mulai dari kebutuhan investasi teknologi tinggi, aspek keselamatan operasional, hingga pengelolaan dampak lingkungan laut.

Meski demikian, PT Timah optimistis inovasi teknologi, diversifikasi sumber daya, dan ekspansi bisnis dapat menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi timah nasional di tengah semakin terbatasnya cadangan yang mudah ditambang.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Morbidelli T250X Resmi Meluncur, Motor Adventure 250 cc
Polda Jambi berhasil menangkap DPO kasus narkotika

Daerah

Polisi Tangkap DPO Kasus Narkotika di Tanjab Barat, Enam Orang Diamankan
Bantuan Pangan

Daerah

November 2025, Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Segera Disalurkan

Advertorial

Sekda Provinsi Jambi Kolaborasi Pemda Jambi Bersama Polda Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Internasional

Antisipasi Ancaman Siber, Kemenko Polkam Kawal Pembangunan Teknologi Informasi Strategis
kode redeem ff hari ini

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru 25 Januari 2026: Klaim Skin Senjata, Emote, dan Bundle Eksklusif

Advertorial

Bupati Kerinci Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Advertorial

Bupati H. Adirozal Hadiri Acara Penganugerahan Gelar Adat di Istana Pagaruyung