Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 24 Desember 2025 - 05:56 WIB

Di Hari Ketika Semua Manusia Membutuhkan Satu Nama: Muhammad ﷺ

Syafaat Nabi Muhammad

Syafaat Nabi Muhammad

Padang Mahsyar – Hari itu bukan seperti hari-hari di dunia. Matahari di dekatkan, panas menembus tubuh, dan keringat manusia menggenang sesuai dengan amal masing-masing. Di sinilah seluruh umat manusia di kumpulkan hari ketika anak melupakan ibunya, sahabat berlari dari sahabat, dan setiap jiwa sibuk dengan keselamatan di rinya sendiri.

Tidak ada tempat berlindung. Tidak ada harta, jabatan, atau kekuasaan yang mampu menolong. Waktu terasa berjalan tanpa ujung. Ketakutan merajalela. Inilah hari yang di janjikan: Hari Kiamat.

Di tengah penantian panjang itu, manusia mencari satu hal yang sama pertolongan, Dalam kepanikan, manusia mendatangi para nabi satu per satu. Mereka memohon agar para utusan Allah itu meminta pertolongan kepada-Nya agar hisab segera di mulai.

Nabi Adam ‘alaihis salam berkata, “Aku pernah melakukan kesalahan…”Nabi Nuh ‘alaihis salam berkata, “Aku pernah berdoa atas kaumku…”Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa ‘alaihimus salam pun menyampaikan hal serupa.

Tak satu pun yang sanggup memikulnya, Hingga akhirnya seluruh manusia sepakat dan berseru:

“Pergilah kepada Muhammad ﷺ!”

Rasulullah ﷺ pun maju. Beliau bersujud di hadapan Allah dengan pujian-pujian yang belum pernah di ucapkan siapa pun sebelumnya. Maka Allah berfirman:

“Angkatlah kepalamu, mintalah niscaya akan di berikan. Berilah syafaat, niscaya akan di terima.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  Sekretariat PJS Babel Disambangi Asintel Kejati Babel, Begini Penjelasan Asintel Kejati Babel

Dengan syafaat inilah hisab di mulai. Penantian panjang berakhir. Inilah Syafaat Kubra, syafaat terbesar untuk seluruh manusia.

Di antara umat Nabi Muhammad ﷺ, ada sekelompok manusia dengan wajah bercahaya. Mereka melangkah dengan tenang. Tidak di hisab. Tidak di tanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Mereka adalah orang-orang yang bertawakal penuh kepada Allah.” (HR. Bukhari)

Beliau memohon agar jumlah mereka di tambah, dan Allah mengabulkannya. Mereka memasuki surga tanpa rasa takut dan duka.

Di neraka, terdapat seseorang dengan siksa paling ringan. Ia adalah Abu Thalib, paman Rasulullah ﷺ. Ia tidak memeluk Islam, namun melindungi dan membela Nabi ﷺ sepanjang hidupnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Syafaatku bermanfaat baginya, sehingga ia berada di neraka paling ringan siksanya.” (HR. Muslim)

Ini menjadi bukti betapa luasnya rahmat Rasulullah ﷺ, bahkan kepada orang yang tidak beriman namun pernah membelanya dengan tulus.

Sebagian umat Nabi ﷺ harus merasakan neraka karena dosa-dosanya. Namun Rasulullah ﷺ tidak berhenti memohon.

Beliau kembali bersujud seraya berkata, “Ya Rabb… umatku… umatku…”

Maka Allah memerintahkan agar di keluarkan dari neraka siapa pun yang masih memiliki iman, meski hanya seberat biji sawi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Akan keluar dari neraka orang yang di hatinya ada iman walau seberat biji sawi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  Makna Al-Riḍā: Belajar Ridho atas Ketetapan Allah di Tengah Beratnya Hidup

Wajah mereka yang hitam terbakar di celupkan ke sungai kehidupan, hingga bersinar kembali.

Ada pula orang-orang beriman yang telah masuk surga, namun derajatnya rendah. Rasulullah ﷺ kembali memohon agar kedudukan mereka di tinggikan.

Di kisahkan, seorang anak bertanya di surga, “Ya Allah, di mana ayahku?”

Allah menjawab, “Derajat ayahmu telah di naikkan karena doa dan syafaat Nabi Muhammad ﷺ.”

Di akhir semuanya, Rasulullah ﷺ berdiri di pintu surga. Setiap umatnya yang melintas, beliau menyambut dengan senyum penuh cinta.

Beliau bersabda:

“Setiap nabi memiliki doa mustajab, dan aku menyimpannya untuk menjadi syafaat bagi umatku di hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Saat itulah manusia menyadari satu hal:

  • Kita tidak selamat semata karena amal,
  • Melainkan karena rahmat Allah, cinta, dan syafaat Rasulullah ﷺ.

Selama hari ini kita masih bershalawat, masih mencintai dan berharap pada syafaatnya, maka kelak kita tidak akan asing ketika namanya dipanggil.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Semoga kita termasuk umat yang di kenali, di sapa, dan di selamatkan oleh syafaat Nabi Muhammad ﷺ. Aamiin.

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua PWI Pusat : H. Ridwan Agus DPT namanya tidak tercantum sebagai anggota maupun pengurus parpol

Advertorial

Gubernur Al Haris Hadir Meriahkan Kemerdekaan RI Bersama LDII Jambi, Berikan Hadiah Sepeda Listrik
Studi terbaru di jurnal Nature Communications

Daerah

Asal Usul Air Bumi Kembali Jadi Sorotan, Studi Terbaru Ungkap Peran Inti Planet

Bangko

Sejumlah Mantan DPRD Asal Jangkat Siap Menangkan Nalim-Nilwan

Advertorial

Wakili Kampus IAI YASNI Indah Suci Ramadhan Raih Juara 3 Putri Batik Bungo 2023 Tingkat Mahasiswa
EMAS

Internasional

Pertama Kalinya Cadangan Emas Bank Sentral Dunia Kalahkan Surat Utang AS

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Pimpin Apel Launching Polisi Rukun Warga

Daerah

GUBERNUR JAMBI BUKA FESTIVAL KERINCI KE-XIX Tahun 2021