Sungai Liuk, http://Eksisjambi.com – Keributan di duga di picu persoalan perselingkuhan terjadi di sebuah rumah makan di Desa Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit, Senin (25/5/2026) siang. Peristiwa tersebut langsung di tindaklanjuti aparat kepolisian setelah adanya laporan masyarakat melalui layanan Operator 110 Polres Kerinci.
Informasi yang di himpun, laporan di terima Piket SPKT Polres Kerinci sekitar pukul 11.30 WIB. Warga melaporkan adanya keributan di Rumah Makan Ampera Sari Bundo, Desa Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit kota sungai penuh.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Piket Pamapta Polres Kerinci bersama Piket SPK Polsek Sungai Penuh yang di pimpin Ipda Hariyanto langsung menuju lokasi kejadian guna melakukan pengecekan dan pengamanan.
Namun, setibanya di lokasi, petugas mendapati pihak-pihak yang terlibat keributan sudah tidak berada di tempat kejadian perkara.
Dari hasil keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi, di ketahui memang sempat terjadi keributan antara beberapa orang. Akan tetapi, warga mengaku tidak mengenali identitas pihak-pihak yang terlibat dalam pertikaian tersebut.
Berdasarkan informasi yang di peroleh di lokasi, keributan di duga di picu persoalan perselingkuhan. Seorang perempuan yang mengaku sebagai istri sah dari seorang laki-laki di sebut mendatangi rumah makan tersebut dan memergoki suaminya sedang makan siang bersama perempuan lain yang bukan istrinya.
Situasi tersebut kemudian memicu pertengkaran hingga terjadi keributan antara kedua perempuan di lokasi rumah makan.
“Menurut keterangan warga, laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan suami istri itu sedang makan siang di rumah makan tersebut, lalu di datangi seorang perempuan yang mengaku sebagai istri sah dari laki-laki tersebut,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Hingga berita ini di turunkan, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran terkait identitas pihak-pihak yang terlibat dalam keributan tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan segera melapor apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.**







