Jakarta , http://Eksisjambi.com – DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) menghadiri 5th WAIPA Coordinating Committee Meeting secara hybrid pada Senin (27/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Quezon City, Filipina.
Forum parlemen perempuan ASEAN tersebut mengangkat tema “Advancing Gender-Transformative Parliaments Towards a Future-Ready and Inclusive ASEAN Community”. Delegasi DPR RI di wakili Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri dan Anggota BKSAP Himmatul Aliyah.
Dalam forum ini, Indonesia menyampaikan sejumlah data penting. Saat ini, perempuan baru menempati 23 persen kursi parlemen di ASEAN. Selain itu, satu dari tiga perempuan masih mengalami kekerasan. Pelecehan daring terhadap politisi perempuan juga terus meningkat.
Indonesia tidak hanya menyampaikan data. DPR RI juga memaparkan langkah konkret yang telah di lakukan. Salah satunya adalah reaktivasi Kaukus Perempuan DPR RI periode 2025–2030.
Selain itu, DPR RI telah mendorong enam legislasi yang fokus pada perlindungan perempuan. DPR juga aktif dalam dua sesi dialog strategis. Topik yang di bahas meliputi transformasi parlemen dan kebijakan UMKM yang responsif gender.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menegaskan pentingnya langkah nyata dalam mewujudkan parlemen yang inklusif.
“Parlemen yang transformatif gender membutuhkan lebih dari sekadar kursi. Kita harus memperjuangkan kuota yang dapat di tegakkan, penganggaran yang responsif gender, dan perlindungan bagi perempuan di ruang-ruang politik,” ujar Irine.
Keikutsertaan DPR RI dalam forum ini menunjukkan komitmen Indonesia di tingkat regional. DPR RI terus mendorong kerja sama antarparlemen di ASEAN.
Langkah ini di harapkan dapat mempercepat kesetaraan gender di bidang politik. Selain itu, juga untuk menciptakan ruang politik yang lebih aman bagi perempuan.**







