Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:32 WIB

Harga Emas Melemah, Perak Sentuh Level Tinggi Usai Data Inflasi Produsen AS Menguat

Oplus_131072

Oplus_131072

http://Eksisjambi.com  – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu waktu Amerika Serikat, sementara perak justru menguat tajam setelah data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan signifikan pada April 2026. Penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury turut menekan pasar logam mulia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.

Berdasarkan laporan pasar logam mulia harian dari Kitco News, harga spot emas tercatat berada di kisaran US$4.687,20 per ounce atau turun 0,58 persen pada akhir perdagangan. Sementara itu, harga spot perak naik 1,09 persen menjadi US$87,660 per ounce dan mendekati level psikologis US$90.

Kondisi pasar berubah setelah pemerintah AS merilis data Producer Price Index (PPI) atau indeks harga produsen yang lebih tinggi dari perkiraan. Kenaikan tajam tersebut memperkuat spekulasi bahwa inflasi di AS masih tinggi dan dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika, Federal Reserve.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Tajam ke Rp18.051 per Dolar AS Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50%

Data menunjukkan final-demand PPI naik 1,4 persen pada April, setelah sebelumnya meningkat 0,7 persen pada Maret dan 0,6 persen pada Februari. Angka tersebut menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2022.

Secara tahunan, inflasi produsen AS naik menjadi 6 persen. Kenaikan juga terlihat pada sektor barang final-demand sebesar 2 persen dan sektor jasa sebesar 1,2 persen. Sementara itu, harga energi melonjak 7,8 persen dan bensin naik tajam hingga 15,6 persen.

Penguatan data inflasi tersebut mendorong penguatan dolar AS serta menjaga imbal hasil obligasi Treasury tetap tinggi di area 4,5 persen. Kondisi ini biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 17 Juli 2026 Naik Rp12.240, Tembus Level Tertinggi

Meski demikian, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor penahan penurunan harga emas. Konflik yang memanas antara AS dan Iran, termasuk krisis di Selat Hormuz, membuat permintaan aset safe haven tetap bertahan.

Analis pasar menilai investor kini berada dalam posisi wait and see sambil mencermati arah kebijakan Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Jika inflasi tetap tinggi, peluang penurunan suku bunga di perkirakan semakin kecil dan dapat memberi tekanan lanjutan terhadap harga emas.

Sebaliknya, perak mendapat dukungan tambahan dari permintaan industri dan sentimen teknikal positif, sehingga mampu bertahan di jalur penguatan meskipun pasar logam mulia secara umum masih di bayangi ketidakpastian ekonomi global.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Festival Literasi Kota Sungai Penuh Tahun 2025
BKN

Daerah

ADAPI: Alih Status PPPK Menjadi PNS Bukan Beban, Tapi Solusi Strategis dan Berkeadilan

Advertorial

Waka DPRD Provinsi Pinto : Masyarakat Kecil Harus Punya Akses Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis

Bangko

Misno Dapat Jum’at Berkah Polsek Tabir Selatan

Daerah

Wawako Antos Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Jambi Tahun 2023
Fenomena “space jellyfish” yang viral di Indonesia

Daerah

Fenomena “Space Jellyfish” Hiasi Langit Indonesia, Ternyata Efek Peluncuran Roket China

Daerah

Pemkot & BPN Sungai Penuh Serahkan Sertifikat Gratis Bagi Masyarakat

Advertorial

Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan Dumisake Bernilai Miliaran Rupiah Bagi Warga Batanghari