Home / Daerah / News

Jumat, 10 April 2026 - 14:53 WIB

DPR Soroti Validitas Data dan Ketergantungan Impor, Klaim Surplus Pangan Diminta Dikaji Ulang

DPR RI menyoroti validitas data pangan dan ketergantungan impor komoditas strategis

DPR RI menyoroti validitas data pangan dan ketergantungan impor komoditas strategis

Jakarta,http://Eksisjambi.com  –  Sejumlah anggota DPR RI menyoroti pentingnya validitas data dalam kebijakan pangan nasional serta mempertanyakan klaim surplus dan swasembada pangan yang di sampaikan pemerintah.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menegaskan bahwa data yang di gunakan pemerintah harus benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menilai, ketepatan data menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pangan yang efektif dan tepat sasaran.

“Validitas data sangat penting. Pemerintah harus memastikan bahwa data yang di sampaikan benar-benar riil, bukan sekadar angka di atas kertas,” ujarnya dalam pembahasan terkait sektor pangan.

Sementara itu, anggota Komisi IV dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, mempertanyakan narasi surplus pangan nasional. Menurutnya, sejumlah komoditas strategis Indonesia masih sangat bergantung pada impor.

Baca Juga :  DPR Amelia: TNI Harus Modernisasi Strategi, Bukan Hanya Alutsista

Ia merinci, ketergantungan tersebut terlihat pada beberapa sektor, seperti kedelai yang masih di impor sekitar 2,5 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 300 ribu ton. Selain itu, gandum masih 100 persen impor dengan defisit mencapai 3,4 juta ton, pakan ikan sekitar 89 persen masih bergantung pada impor, serta daging yang masih di impor sekitar 30 hingga 40 persen.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa pada tahun 2024 Indonesia masih mengimpor beras sebesar 4,51 juta ton, meskipun angka tersebut turun drastis menjadi 364,3 ribu ton pada tahun 2025. Selain itu, impor kedelai tercatat mencapai 2,68 juta ton, daging sapi 183,1 ribu ton, dan gandum mencapai 11,71 juta ton.

Baca Juga :  Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh Sosialisasikan SOP RDPU untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Meski pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada pangan dan memiliki stok beras pada level tertinggi, DPR menilai kondisi di lapangan menunjukkan ketergantungan impor pada sejumlah komoditas strategis masih cukup tinggi.

Oleh karena itu, para legislator meminta agar klaim swasembada pangan di kaji ulang secara menyeluruh. Transparansi serta akurasi data di nilai menjadi kunci penting agar kebijakan ketahanan pangan ke depan benar-benar berbasis fakta dan mampu menjawab tantangan yang ada.

Para anggota dewan juga menekankan perlunya sinkronisasi data antar lembaga serta evaluasi berkelanjutan terhadap program pangan nasional, guna memastikan kemandirian pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.**

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Wagub & Wako Finalkan Persiapan Pembukaan MTQ
HUT Ke-67 kabupaten kerinci

Advertorial

Gubernur Al Haris : Sinergi dan Kolaborasi untuk Wujudkan Kerinci Maju dan Sejahtera

Advertorial

Safari Ramadhan ke Bungo, Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan 270 Juta Rupiah untuk Masjid dan Musholla

Daerah

Tiga Korban Tenggelam Dikecamatan Tebo Ilir Di Temukan Meninggal Dunia
Kota Sungai Penuh Bantu Korban Bencana

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Kirim Bantuan Logistik dan Dana untuk Korban Bencana Sumbar

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Imbau Netralitas ASN di Tengah Persiapan Pemilu 2024

Advertorial

Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan Dumisake Bernilai Miliaran Rupiah Bagi Warga Batanghari

Advertorial

Wagub Abdullah Sani Apresiasi Kinerja Danrem 042/Garuda Putih Jambi