BALI, Eksisjambi.com – dr. Reni Effendi akhirnya angkat bicara terkait foto viral yang memperlihatkan suaminya, dr. Richard Lee, sedang makan bersama seorang perempuan muda di Bali. Foto tersebut beredar luas di media sosial dan memicu spekulasi miring yang mengarah pada isu perselingkuhan.
Peristiwa itu di ketahui terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026. Menanggapi kabar yang berkembang, dr. Reni dengan tegas membantah tudingan tersebut dan meminta publik untuk tidak menggiring opini tanpa dasar yang jelas.
“Perempuan yang ada di foto itu saya kenal. Tidak ada yang perlu di besar-besarkan. Suami saya selalu izin dan berkomunikasi dengan saya setiap kali bepergian atau bertemu teman-temannya,” ujar dr. Reni dalam pernyataannya.
Ia menilai, isu yang berkembang telah melampaui batas dan berubah menjadi spekulasi liar yang merugikan keluarga.
Terlebih, isu tersebut semakin ramai setelah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyinggung soal “podcaster tukang selingkuh” dalam sebuah pernyataan yang kemudian di kaitkan oleh warganet dengan dr. Richard Lee.
dr. Reni menegaskan kepercayaannya penuh terhadap sang suami. Menurutnya, sebagai figur publik dan podcaster terkenal, dr. Richard kerap di minta berfoto atau diajak berbincang oleh orang-orang yang bahkan tidak di kenalnya di ruang publik.
“Saya paham risiko punya suami seorang publik figur. Di tempat umum, banyak orang asing yang datang, minta foto, atau sekadar duduk dan mengobrol. Itu hal yang wajar dan tidak bisa langsung di simpulkan macam-macam,” jelasnya.
Ia pun meminta netizen agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah menghakimi seseorang hanya berdasarkan satu foto tanpa mengetahui konteks sebenarnya.
“Berhenti menyebarkan asumsi yang tidak benar. Ini bukan hanya soal kami, tapi juga soal dampak psikologis bagi keluarga,” tegas dr. Reni.
Hingga kini, dr. Richard Lee sendiri belum memberikan pernyataan panjang terkait isu tersebut. Namun klarifikasi dari sang istri di harapkan dapat meredam polemik dan menghentikan rumor yang terus berkembang di ruang digital.**







