Home / Internasional / Nasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 4 Agustus 2025 - 13:31 WIB

Hari Terpendek di Bumi Akan Terjadi 5 Agustus 2025

Oplus_131072

Oplus_131072

eksisjambi.com, Jakarta – Fenomena astronomi menarik akan terjadi pada Selasa, 5 Agustus 2025, ketika Bumi mencatat hari terpendek dalam setahun akibat percepatan rotasi. Berdasarkan perhitungan ilmuwan, panjang hari akan berkurang sekitar -1,25 milidetik dari standar durasi 24 jam.

Peristiwa ini menjadi catatan penting setelah sebelumnya, pada 5 Juli 2024, Bumi juga mengalami percepatan rotasi signifikan dengan pengurangan waktu sebesar -1,66 milidetik.

Meski perubahan ini tak dapat dirasakan secara langsung oleh manusia, dampaknya terhadap teknologi sangat signifikan, terutama pada sistem komputer presisi tinggi, satelit navigasi, dan jam atom. Alat-alat tersebut sangat bergantung pada akurasi waktu absolut hingga ke level milidetik.

Baca Juga :  Kode Redeem Roblox Terbaru 12 Mei 2026, Klaim Item Eksklusif dan RP Gratis CDID

“Fenomena ini merupakan hasil dari kombinasi posisi Bumi dalam orbit mengelilingi Matahari dan kemiringan sumbu rotasinya, ditambah dengan berbagai dinamika internal seperti pergerakan atmosfer, pencairan gletser, hingga aktivitas tektonik,” ujar salah satu peneliti di Pusat Sains dan Antariksa.

Banyak yang mengira hari terpendek hanya berkaitan dengan solstis musim dingin yakni 21 Juni di Belahan Bumi Utara dan 21 Desember di Belahan Bumi Selatan. Namun pada 5 Agustus 2025, siang hari akan mencapai durasi minimum di beberapa wilayah lintang tengah karena perubahan rotasi Bumi yang tidak merata.

Baca Juga :  Diduga Sengaja Dibakar, Lahan Bekas Karhutla di Banyuasin Diratakan dengan Alat Berat

Menurut para astronom, fluktuasi kecepatan rotasi Bumi memang terjadi secara alami sepanjang tahun. Namun, peningkatan seperti ini tetap menjadi fokus pemantauan ilmiah, karena berpotensi memengaruhi sistem komunikasi, sistem keuangan global berbasis waktu real-time, serta penelitian ruang angkasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama lembaga astronomi nasional dan internasional akan terus memantau serta menginformasikan perkembangan terkait fenomena ini.

Hingga kini, tidak ada dampak langsung yang membahayakan bagi masyarakat umum, namun kesadaran akan perubahan kecil pada planet kita tetap penting sebagai bagian dari edukasi sains.(*)

Share :

Baca Juga

Walikota Sungai Penuh Alfin, SH

Daerah

Safari Jumat di Koto Bento, Wako Alfin Ajak Jaga Lingkungan

Daerah

Gaji Anggota DPR RI Tembus Rp100 Juta Lebih per Bulan

Bangko

Hari Otonomi Daerah Ke-30 Kabupaten Merangin Jadikan Momentumnya memperkokoh komitmen Pemerintah Dalam Memberi Manfaat  Nyata Bagi Masyarakat

Advertorial

Gubernur Alharis : Media Adalah Lampu Pemerintah Daerah

Daerah

DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Rapat Kerja Bahas Laporan Hasil Pembahasan KUA-PPAS 2027

Bangko

Kodim 0420/Sarko Turun Langsung Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak Kemarau

Daerah

Wako Alfin Sambut Tim Unilever, Perkuat Pengelolaan Sampah dan Edukasi Lingkungan di Sungai Penuh

News

Pimpinan Bank 9 Jambi Cabang Bangko Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1445 H