JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) di laporkan telah meninggalkan kawasan sekitar Selat Hormuz menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini di ambil sebagai upaya mitigasi risiko terhadap armada pelayaran yang beroperasi di jalur perdagangan energi dunia tersebut.
Penjabat sementara (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyampaikan bahwa dua kapal yang telah keluar dari area konflik adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.
“Dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” kata Vega Pita pada Selasa (10/3).
Keputusan untuk memindahkan kapal dari wilayah tersebut di ambil setelah perusahaan memantau perkembangan situasi keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut. Selat Hormuz di kenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia karena menghubungkan kawasan Teluk Arab dengan pasar global.
Sementara itu, dua kapal lainnya milik PIS, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di perairan Teluk Arab. Kedua kapal tersebut di laporkan masih menunggu kondisi keamanan yang di nilai cukup aman sebelum melanjutkan pelayaran keluar melalui Selat Hormuz.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan armada menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang di kawasan tersebut. PIS juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi energi serta menjaga keselamatan operasional kapal.
Sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, Selat Hormuz setiap harinya di lalui kapal-kapal pengangkut minyak dan gas dalam jumlah besar. Ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut berpotensi mempengaruhi stabilitas distribusi energi global serta aktivitas pelayaran internasional.
Hingga saat ini, Pertamina International Shipping terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna menjaga keamanan armada dan kelancaran operasional perusahaan.*+







