Sumbar, http://Eksisjambi.com– Fenomena lubang raksasa atau sinkhole muncul di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada awal Januari 2026. Kejadian ini sontak menyita perhatian warga dan warganet karena air yang keluar dari dalam lubang terlihat sangat jernih, bahkan tampak berwarna biru saat difoto dari permukaan.
Lubang tersebut diketahui memiliki kedalaman beberapa meter dengan diameter yang cukup lebar, sehingga memunculkan kekhawatiran warga sekitar, terutama petani yang lahannya berada tak jauh dari lokasi kejadian. Aparat nagari bersama warga pun telah memasang tanda peringatan guna mencegah masyarakat mendekat.
Pakar geologi menjelaskan bahwa warna kebiruan pada air sinkhole bukan disebabkan oleh zat kimia berbahaya, melainkan efek pantulan cahaya matahari yang dipengaruhi oleh kejernihan air dan karakter batu kapur di dasar rongga bawah tanah. Struktur batuan karst yang didominasi batu gamping mampu memantulkan cahaya dengan spektrum tertentu, sehingga air tampak biru ketika difoto atau dilihat dari sudut tertentu.
Menurut ahli, sinkhole tidak terbentuk secara tiba-tiba. Prosesnya berlangsung dalam waktu lama akibat pelarutan batu gamping oleh air, erosi material halus di bawah permukaan tanah, tekanan air tanah, serta diperparah oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan lapisan tanah bagian atas kehilangan penyangga hingga akhirnya runtuh.
Fenomena sinkhole tergolong umum terjadi di kawasan karst atau wilayah dengan tanah berongga. Volume air di dalam lubang dapat berkurang saat musim kemarau, kecuali jika rongga tersebut terhubung langsung dengan sumber air bawah tanah permanen seperti sungai bawah tanah atau akuifer aktif.
Meski pencegahan sinkhole secara total dinilai sulit dilakukan, para ahli menekankan pentingnya upaya mitigasi. Langkah-langkah seperti pemantauan kondisi geologi, pengaturan tata guna lahan, serta pengendalian aktivitas yang berpotensi membebani tanah di kawasan rawan karst perlu diterapkan guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk melakukan kajian lebih lanjut, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bahaya di sekitar lokasi sinkhole.,**







