Jakarta, http://Eksisjambi.com – Langit malam pada Minggu, 1 Februari 2026, akan di hiasi oleh fenomena astronomi Full Snow Moon, purnama kedua di tahun 2026 yang menandai puncak musim dingin di belahan Bumi utara. Fenomena ini dapat di saksikan di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia, selama kondisi cuaca mendukung.
Nama Snow Moon berasal dari tradisi suku-suku asli Amerika Utara yang menamai bulan purnama berdasarkan kondisi alam yang dominan. Bulan purnama Februari di sebut Snow Moon karena pada periode ini biasanya terjadi curah salju paling lebat di wilayah tersebut, menjadikannya simbol kuat musim dingin.
Waktu terbaik untuk menyaksikan Full Snow Moon adalah saat bulan terbit pada Minggu sore, tidak lama setelah Matahari terbenam. Ketika Bulan masih berada rendah di ufuk timur, pengamat akan di suguhi fenomena optik yang di kenal sebagai Moon Illusion, yakni kondisi ketika Bulan tampak lebih besar dan berwarna keemasan di bandingkan saat berada tinggi di langit.
Seiring berjalannya waktu dan Bulan naik lebih tinggi, warnanya akan berubah menjadi putih terang, memancarkan cahaya stabil yang menerangi malam.
Meski dapat di nikmati dengan mata telanjang, penggunaan binokular atau teleskop kecil memungkinkan pengamat melihat detail permukaan Bulan, seperti kawah dan dataran gelap, dengan lebih jelas.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, masyarakat di sarankan memilih lokasi dengan pandangan ke arah timur yang tidak terhalang serta memastikan kondisi langit cerah.
Fenomena Full Snow Moon hanya terjadi sekali dalam setahun, menjadikannya momen istimewa yang kerap menghadirkan suasana tenang dan magis khas malam musim dingin.**







