JAKARTA,http://Ekaisjambi.com – Lukisan berukuran 130 x 80 cm berjudul Kuda Api karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pusat perhatian dalam acara bertajuk “Harmoni Nusantara”. Karya tersebut berhasil terjual dengan harga fantastis Rp6,5 miliar setelah melalui proses lelang yang berlangsung sengit dan penuh ketegangan.
Lelang dipimpin oleh Ossy Dermawan dengan harga pembukaan di angka Rp200 juta. Sejak awal, suasana sudah memanas dengan tawaran dari sejumlah tokoh dan pengusaha nasional. Politikus senior Syarief Hasan serta Lokot Nasution ikut meramaikan penawaran di kisaran ratusan juta rupiah.
Tensi meningkat tajam ketika Deddy Corbuzier yang menyandang pangkat Letkol melontarkan tawaran sebesar Rp1 miliar. Angka tersebut langsung mengangkat atmosfer ruangan dan memicu persaingan yang lebih ketat.
Persaingan kemudian mengerucut pada dua nama besar, yakni pengusaha Hermanto Tanoko dan perwakilan dari taipan batu bara Low Tuck Kwong. Hermanto Tanoko sempat memberikan penawaran kuat di angka Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
Namun, putra dari Low Tuck Kwong akhirnya menutup lelang dengan tawaran tertinggi sebesar Rp6,5 miliar. Ketukan palu lelang pun menandai sahnya transaksi tersebut.
Menariknya, tepat setelah palu diketuk, pengusaha Dewi Kam sempat memberikan tawaran susulan sebesar Rp6,8 miliar. Meski demikian, sesuai prosedur lelang, lukisan tetap resmi jatuh ke tangan keluarga Low Tuck Kwong.
Dalam keterangannya, SBY menjelaskan filosofi di balik lukisan Kuda Api tersebut.
“Saya menempatkan Kuda Api dalam suasana yang teduh dan damai. Warna biru di sini melambangkan kedamaian (peace). Imajinasi saya adalah sebuah kekuatan dan energi besar untuk mencapai tujuan baik, namun tetap dalam suasana kehidupan yang teduh,” ujar SBY.
Ia menambahkan, karya tersebut merupakan wujud doa dan harapannya agar bangsa Indonesia dapat menuju visi Indonesia Emas 2045 dalam suasana damai dan harmonis.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan.
“Hasil lelang lukisan ini sepenuhnya untuk bantuan kemanusiaan, membantu masyarakat prasejahtera, serta warga yang terdampak bencana di berbagai daerah, termasuk masyarakat keturunan Tionghoa,” jelas AHY kepada awak media di lokasi acara.
Acara “Harmoni Nusantara” sendiri menjadi momentum kebersamaan lintas kalangan, mempertemukan tokoh nasional, pengusaha, serta masyarakat dalam satu ruang solidaritas. Lelang lukisan Kuda Api bukan sekadar transaksi seni bernilai tinggi, melainkan juga simbol kepedulian sosial dan semangat persatuan bangsa.**







