eksisjambi.com,Yogyakarta – (31/05/2025) Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan musik modern, gamelan—kesenian tradisional khas Jawa—masih menunjukkan eksistensinya. Musik yang sarat filosofi dan nilai budaya ini terus dipelajari dan dimainkan, baik oleh generasi muda Indonesia maupun peminat budaya dari mancanegara.
Gamelan adalah ensambel musik tradisional yang terdiri dari berbagai instrumen seperti gong, kenong, bonang, saron, dan kendang. Musik gamelan dikenal dengan iramanya yang meditatif dan harmonis, menciptakan suasana tenang sekaligus sakral.
“Setiap tabuhan dalam gamelan punya makna. Ini bukan sekadar musik, tapi bagian dari spiritualitas dan kehidupan masyarakat Jawa,” ujar Ki Warto, seorang pengrawit senior dari Yogyakarta, saat ditemui dalam acara Festival Gamelan Nusantara yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta akhir pekan lalu.
Menariknya, dalam beberapa tahun terakhir, gamelan mulai merambah dunia digital. Banyak komunitas gamelan membuat konten edukatif di YouTube dan TikTok, bahkan kolaborasi antara gamelan dan musik elektronik pun mulai populer di kalangan anak muda. Hal ini menjadi angin segar dalam pelestarian gamelan di era modern.
“Generasi muda sekarang tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Maka, kita harus membawa gamelan ke platform yang mereka kenal,” jelas Dinda Prameswari, pendiri komunitas Gamelan Muda Berkarya.
Pemerintah dan lembaga kebudayaan pun turut mendukung pelestarian gamelan melalui pelatihan, festival, serta kerja sama dengan institusi pendidikan. UNESCO telah menetapkan gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 2021, yang semakin memperkuat pentingnya menjaga dan mengembangkan seni musik ini.
Musik gamelan bukan hanya peninggalan sejarah, tapi juga jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan. Penulis: Redaksi Budaya Nusantara (*)







