PASAMAN,Eksisjambi.com – Aktivitas tektonik di wilayah Sumatra Barat kembali menggeliat. Sejak pukul 15.00 WIB, Selasa (14/10), rangkaian gempa bumi dengan kekuatan bervariasi terjadi di Kabupaten Pasaman dan sekitarnya.
Berdasarkan data awal yang diterima dari pos pengamatan seismik, hingga pukul 18.00 WIB telah tercatat sebanyak 20 kali gempa bumi dengan magnitudo antara M2.0 hingga M3.2. Getaran gempa terasa cukup sering oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Simpang Alahan Mati dan beberapa kecamatan sekitar.
Intensitas guncangan tercatat pada skala MMI II–III, atau terasa ringan hingga sedang di dalam rumah, namun belum menimbulkan kerusakan. Pusat gempa diketahui bersumber dari aktivitas Sesar Besar Sumatra Segmen Sianok dan Sumpur yang berasosiasi dengan patahan lokal aktif di sekitar wilayah tersebut.
“Fenomena ini merupakan aktivitas tektonik yang masih tergolong normal dan wajar. Tidak perlu panik,” ujar seorang analis gempa dari BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang saat dikonfirmasi.
Menanggapi pertanyaan sejumlah warga yang mengaitkan gempa tersebut dengan erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB, pihak BMKG menegaskan bahwa gempa di Pasaman murni bersifat tektonik, bukan vulkanik.
“Rangkaian gempa ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Marapi. Meski secara geografis wilayahnya berdekatan di Sumatra Barat, sumber gempanya berbeda dan tidak saling memicu,” tegasnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah Pasaman, Agam, dan Tanah Datar untuk tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang beredar melalui media sosial.
“Kami menerima laporan adanya penyebaran informasi palsu terkait isu gempa susulan besar. Kami minta masyarakat menyaring informasi dan mengikuti update resmi dari BMKG,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban akibat gempa tersebut. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas tektonik di segmen Sianok dan sekitarnya untuk memastikan kondisi terkini di lapangan.(*)







