JAKARTA – Fenomena langka Gerhana Bulan Total (GBT) akan kembali menghiasi langit Indonesia pada Ahad–Senin dini hari, 7–8 September 2025. Peristiwa alam ini dapat di saksikan di berbagai wilayah, dengan puncak gerhana di perkirakan terjadi pada pukul 01:11 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, fase gerhana akan berlangsung cukup panjang, di mulai sejak masuknya bayangan umbra hingga berakhir lebih dari tiga jam kemudian.
Jadwal Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025 (Waktu Indonesia Barat/WIB): Awal Umbra (U1): 23:27 WIB, Awal Kontak Total (U2): 00:30:40 WIB, Puncak Gerhana (Mx): 01:11:43 WIB, Akhir Kontak Total (U3): 01:52:46 WIB
Akhir Umbra (U4): 02:56:00 WIB, Selain sebagai fenomena astronomi, umat Islam di anjurkan untuk menghidupkan malam gerhana dengan amalan ibadah.
Amalan Sunnah Saat Gerhana Bulan: . 1. Shalat Gerhana (Khusuf) -;dilakukan secara berjamaah atau sendiri, dimulai sekitar pukul 01:30 WIB.
2. Membaca doa – memohon perlindungan dan keberkahan.
3. Memperbanyak zikir dan istigfar – sebagai pengingat kebesaran Allah SWT.
4. Bertaubat – merenungi kebesaran Allah melalui tanda-tanda alam.
5. Bersedekah – memperkuat kepedulian sosial di momen penuh makna.
Al-Qur’an menegaskan bahwa fenomena alam adalah tanda kebesaran Allah SWT, bukan sekadar kejadian kosmik belaka:
“Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan dan Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. ”(QS. Fussilat: 37).
Beberapa masjid dan lembaga keagamaan di Indonesia juga telah menyiapkan agenda khusus, mulai dari takbir gerhana pukul 01:00 WIB, di lanjutkan shalat gerhana pada pukul 01:30 WIB, serta tausiah keislaman untuk memperkuat iman jamaah.
Fenomena gerhana ini menjadi momentum penting untuk menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan Sang Pencipta. Selain itu, peristiwa langka ini juga dapat menjadi kesempatan edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal ilmu astronomi.(*)







