Jakarta, http://Eksisjambi.com – Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan giant seawall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek ini tidak hanya di tujukan untuk melindungi wilayah pesisir dari banjir rob, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembahasan proyek tersebut di lakukan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan kawasan Pantura saat ini menghadapi ancaman serius. Salah satunya adalah penurunan permukaan tanah atau land subsidence yang di perparah oleh kenaikan permukaan air laut.
Menurut AHY, kondisi tersebut menyebabkan banjir rob semakin sering terjadi di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa.
“Puluhan juta masyarakat tinggal di kawasan Pantura. Selain itu, banyak kawasan industri dan pusat ekonomi nasional berada di wilayah tersebut,” kata AHY usai pertemuan.
Ia menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah jangka panjang untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Pemerintah juga menilai giant seawall dapat membuka peluang ekonomi baru. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan proyek tersebut berpotensi menciptakan kawasan ekonomi baru yang mampu menarik investasi.
Menurut Rosan, pembangunan tanggul laut raksasa bisa mendorong pertumbuhan industri, perdagangan, dan pembangunan wilayah di sekitar Pantura.
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ) Didit Herdiawan Ashaf menyebut pemerintah masih melakukan pendalaman terkait pelaksanaan proyek.
Kajian itu di lakukan agar pembangunan giant seawall sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Pemerintah berharap proyek strategis tersebut dapat melindungi kawasan pesisir sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di Pantai Utara Jawa.**







