Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:53 WIB

Lubang Besar di Aceh Dekat Sesar Takengon Segmen Lok Tawar

Sesar Takengon di Aceh

Sesar Takengon di Aceh

Aceh Tengah, Eksisjambi.com – Sebuah lubang besar yang berada di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, di laporkan terus mengalami pembesaran dari waktu ke waktu.

Fenomena geologi ini bukan kejadian mendadak, melainkan hasil dari proses alam jangka panjang yang telah berlangsung hampir dua dekade.

Berdasarkan informasi yang di kutip dari akun info gempa dunia, mengatakan pergerakan tanah di lokasi tersebut sudah terpantau sejak awal tahun 2000-an.

Dalam beberapa tahun terakhir, laju pembesaran lubang semakin terlihat, terutama setelah intensitas curah hujan meningkat dan wilayah Aceh Tengah beberapa kali di guncang gempa bumi berskala kecil hingga menengah.

Karakteristik tanah di lokasi berupa material berpasir dengan daya ikat rendah menjadi faktor utama yang mempercepat runtuhan dinding lubang. Setiap hujan lebat, air dengan mudah meresap ke dalam tanah, melemahkan struktur bawah permukaan dan menyebabkan longsoran kecil yang secara bertahap memperlebar lubang.

Baca Juga :  Cara Cek NIK Dipakai Orang Lain untuk Daftar Nomor Telkomsel, Indosat, dan XL

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena lokasi lubang berada tidak jauh dari Sesar Takengon segmen Lok Tawar, yang merupakan bagian dari Sesar Besar Sumatra. Keberadaan sesar aktif tersebut menyebabkan batuan dan tanah di sekitarnya lebih mudah mengalami retakan, deformasi, serta pergeseran.

Dalam kajian geologi, aktivitas sesar dapat membentuk zona lemah di bawah permukaan tanah. Zona ini berfungsi sebagai jalur masuk air, mempercepat proses pelapukan, serta meningkatkan potensi terjadinya tanah amblas dan longsor, terutama saat hujan deras atau ketika terjadi gempa bumi.

Fenomena lubang besar di Aceh Tengah ini mengingatkan pada Ngarai Sianok di Sumatra Barat, yang terbentuk akibat kombinasi aktivitas Sesar Besar Sumatra dan proses erosi dalam jangka waktu yang sangat panjang. Meski memiliki kemiripan karakter geologi, para pengamat menilai lubang di Aceh Tengah belum tentu berkembang menjadi ngarai seperti Sianok.

Baca Juga :  Sumatra dan Jejak Julukan “Pulau Emas” dalam Sejarah Dunia

Namun demikian, potensi perubahan bentang alam tetap terbuka apabila proses alam tersebut terus berlangsung tanpa adanya pengelolaan, pemantauan, serta upaya mitigasi yang memadai. Risiko terhadap permukiman, lahan pertanian, dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga perlu menjadi perhatian serius.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa wilayah yang di lintasi Sesar Besar Sumatra, termasuk Kabupaten Aceh Tengah, memiliki dinamika geologi yang aktif.

Pemahaman masyarakat, dukungan kajian ilmiah, serta keterlibatan pemerintah daerah sangat di butuhkan untuk mengurangi risiko kebencanaan di masa mendatang.**

Share :

Baca Juga

Akses informasi publik adalah hak warga negara sesuai UU No.14 Tahun 2008

Daerah

Akses Informasi Adalah Hak Warga Negara, Masyarakat Diajak Lebih Aktif dan Melek Informasi
Mitsubishi Connect

Daerah

Mitsubishi Connect Hadirkan Fitur Teknologi Pintar
Studi terbaru di jurnal Nature Communications

Daerah

Asal Usul Air Bumi Kembali Jadi Sorotan, Studi Terbaru Ungkap Peran Inti Planet

Advertorial

Pj. Bupati Asraf Safari Jumat dan Serahkan Bantuan CSR Bank Jambi di Masjid Jamiatul Islam Desa Kebun Baru

Advertorial

Bupati H. Adirozal Buka Pelatihan Guru Inti Tahfidz Qur’an Kabupaten Kerinci Tahun 2023

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Hadiri Pelepasan 217 Siswa Dan Siswi Kelas IX SMP Negeri 2

Advertorial

DPRD  Zakaria: Paslon Monadi Murison  Melebihi Target Didapil 2  Gunung Tujuh dan Kayu Aro Barat 

Advertorial

PANDANGAN UMUM FRAKSI DPRD KOTA SUNGAI PENUH TERHADAP RANPERDA APBD-P KOTA SUNGAI PENUH T.A 2024