Eksisjambi.com,SUNGAI PENUH – Harga biji kopi jenis robusta di Kota Sungai Penuh mengalami penurunan signifikan hingga 40 persen dalam satu bulan terakhir. Kondisi ini terjadi akibat musim panen raya yang menyebabkan pasokan kopi melimpah di pasar lokal.
Penurunan harga ini dirasakan langsung oleh para petani dan pedagang kopi di wilayah tersebut. Sebelumnya, harga biji kopi robusta dijual pada kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga anjlok menjadi hanya Rp43 ribu hingga Rp46 ribu per kilogram, tergantung dari kualitas kopi.
Menurut Mulyadi, salah satu pedagang biji kopi di Desa Koto Tinggi, Kota Sungai Penuh, anjloknya harga kopi sudah terjadi sejak awal musim panen. Ia menyebutkan bahwa selain karena melimpahnya pasokan dari para petani, harga kopi robusta juga terdampak oleh kondisi pasar global.
“Harga kopi dunia juga ikut turun, termasuk di Brazil yang saat ini juga sedang memasuki musim panen. Ini membuat harga pasar internasional menurun dan berpengaruh ke daerah,” ujar Mulyadi.
Saat ini, total stok biji kopi robusta yang ada di Kota Sungai Penuh mencapai 10 ton. Stok tersebut direncanakan akan diekspor ke sejumlah daerah seperti Medan, Bandar Lampung, dan Bangka Belitung. Bahkan sebagian besar kopi tersebut juga akan diekspor ke luar negeri, terutama ke Mesir.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada pendapatan petani dan pedagang kopi. Pemerintah daerah diharapkan dapat mencari solusi untuk menjaga kestabilan harga, seperti memperluas akses pasar atau memberikan bantuan kepada petani terdampak.(*)







