Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Harga Kopi Dunia Bergerak Dinamis

Oplus_131072

Oplus_131072

EksisJambi.com – Pasar kopi global pada Jumat, 21 Agustus 2026, masih menunjukkan pergerakan yang dinamis. Di satu sisi, harga kopi arabika mendapat dukungan dari menipisnya stok bersertifikat di bursa serta lambatnya panen di Brasil. Namun di sisi lain, proyeksi produksi kopi dunia yang diperkirakan mencetak rekor pada musim 2026/2027 menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Selain faktor produksi, gangguan logistik di Kolombia, peningkatan ekspor Vietnam, kebijakan harga minimum Fairtrade, hingga ekspansi jaringan kedai kopi Café Amazon turut menjadi perhatian pelaku industri.

Stok Arabika Menyusut, Panen Brasil Masih Tertinggal

Harga kopi arabika kembali menguat setelah persediaan bersertifikat di Intercontinental Exchange (ICE) turun menjadi sekitar 242.673 karung, mendekati level terendah sejak akhir 2023.

Penurunan stok fisik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan kopi dalam jangka pendek.

Di sisi lain, proses panen kopi Brasil untuk musim 2026/2027 baru mencapai sekitar 64 persen hingga pertengahan Juli, lebih lambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 77 persen, serta masih berada di bawah rata-rata lima tahun sebesar 70 persen.

Kondisi tersebut membuat pasar tetap bergejolak karena pasokan fisik masih relatif ketat meskipun prospek produksi global diperkirakan membaik.

USDA Prediksi Produksi Kopi Dunia Pecah Rekor

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi kopi dunia pada musim 2026/2027 akan meningkat sekitar 10,8 juta karung menjadi 189,7 juta karung berukuran 60 kilogram.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Takziah Kerumah Rumah Almarhum Lemi Hefrody

Kenaikan produksi tersebut terutama didorong oleh membaiknya kondisi cuaca dan hasil panen di Brasil sebagai produsen kopi terbesar dunia.

USDA juga memperkirakan stok akhir kopi dunia mencapai sekitar 26,3 juta karung, sehingga prospek pasokan yang lebih besar menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga kopi di pasar berjangka.

Gempa Kolombia Ganggu Jalur Ekspor Kopi

Sementara itu, gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang wilayah barat Kolombia sempat mengganggu aktivitas ekspor kopi melalui Pelabuhan Buenaventura, pelabuhan utama negara tersebut di pesisir Pasifik.

Pemeriksaan terminal serta hambatan di sejumlah akses jalan menyebabkan pengiriman kargo kopi mengalami keterlambatan. Gangguan logistik ini menambah risiko pasokan kopi arabika dari Kolombia yang merupakan salah satu produsen utama dunia.

Ekspor Vietnam Naik Tajam, Pasokan Robusta Bertambah

Berbeda dengan Kolombia, Vietnam justru mencatat peningkatan ekspor kopi yang cukup signifikan.

Dalam sepuluh bulan pertama musim panen 2025/2026, Vietnam mengekspor sekitar 26,34 juta karung kopi atau meningkat 23,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ekspor tersebut semakin memperkuat posisi Vietnam sebagai pemasok utama kopi robusta dunia. Bertambahnya pasokan robusta diperkirakan dapat memberikan tekanan terhadap harga robusta, meskipun harga arabika masih ditopang oleh terbatasnya stok di pasar.

Fairtrade Naikkan Harga Minimum Kopi

Baca Juga :  Pansus dan Bapemperda Kembali Gelar Lanjutan Pembahasan Rancangan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib

Dari sisi perdagangan berkelanjutan, Fairtrade International mengumumkan kenaikan harga minimum kopi arabika washed dari US$1,80 menjadi US$2,00 per pon yang mulai berlaku pada 1 Desember 2026.

Kenaikan sekitar 11 persen tersebut didasarkan pada evaluasi biaya produksi dari 57 koperasi di 13 negara.

Kebijakan ini bertujuan memberikan perlindungan pendapatan yang lebih baik bagi petani ketika harga pasar berada di bawah biaya produksi yang berkelanjutan.

Café Amazon Ekspansi ke Bangladesh

Di sektor ritel, jaringan kedai kopi asal Thailand Café Amazon resmi memulai operasionalnya di Bangladesh.

Gerai pertama dibuka di kawasan Bashundhara Residential Area dan Bashundhara City Shopping Mall di Dhaka melalui kerja sama antara Bashundhara Group dan PTT Oil and Retail Business.

Saat ini Café Amazon mengoperasikan lebih dari 4.700 gerai di Thailand serta memiliki lebih dari 30 gerai internasional yang tersebar di delapan negara, menandai semakin pesatnya ekspansi bisnis kopi di kawasan Asia.

Prospek Pasar

Pergerakan pasar kopi global dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan masih dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan fisik yang ketat di pasar arabika dan ekspektasi peningkatan produksi dunia.

Pelaku industri juga akan terus mencermati perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama, kondisi logistik ekspor, serta permintaan konsumen yang masih menjadi penentu arah harga kopi global.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Pentolan PAN Ramai – Ramai Dukung Dilla – MT

Daerah

Bupati Kerinci H. Adirozal Terima Penjajakan PKS Rektor UNES Padang
Wabup Kerinci Murison pimpin apel di RSUD Kerinci,

Daerah

Wabup Murison Pimpin Apel di RSUD Kerinci, Tekankan Peningkatan Pelayanan Pasca Idul Fitri

Advertorial

Pansus III DPRD Kota Sungai Penuh Lanjutkan Pembahasan Tentang Ranperda Kearsipan
POLDA JAMBI

Daerah

Polda Jambi Gelar Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Rekrutmen Polri 2026

Daerah

PPPK Resmi Dapat Hak Pensiun, Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru yang Dinanti Ribuan Pegawai

Bangko

Tak Terbantahkan Massa Nalim-Nilwan di Pamenang Selatan Semakin Solid
Kejaksaan Agung RI

Daerah

Kejaksaan Agung Terima Kunjungan Delegasi CUPL, Bahas Pusat Riset Hukum dan Investasi China-Indonesia