Jakarta, Eksisjambi.com – Harga kopi di pasar internasional kembali mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Kenaikan terjadi pada dua jenis kopi utama, yakni Arabika dan Robusta, yang menjadi acuan perdagangan global.
Berdasarkan data perdagangan ICE US, harga kopi Arabika di tutup di level 304,45 sen AS per pon (¢/lb), melonjak 11,90 poin atau 4,07 persen di bandingkan perdagangan sebelumnya. Dengan kurs dan konversi yang berlaku, harga tersebut setara sekitar Rp120.200 per kilogram.
Sementara itu, harga kopi Robusta di ICE Europe (ICE EU) juga bergerak positif. Kontrak Robusta naik 62 dolar AS per ton atau 1,76 persen, sehingga berada di level US$3.590 per kilogram, atau setara sekitar Rp64.300 per kilogram.
Kenaikan harga kedua komoditas ini menjadi sinyal positif bagi pasar kopi dunia, terutama bagi negara-negara produsen seperti Indonesia.
Tren penguatan harga internasional berpotensi memberikan dampak terhadap harga kopi di tingkat eksportir maupun petani, meski penyesuaian di pasar domestik biasanya di pengaruhi berbagai faktor seperti kualitas biji kopi, pasokan, permintaan, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi.
Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen utama kopi dunia dengan komoditas unggulan berupa Arabika dan Robusta yang di pasarkan ke berbagai negara. Pergerakan harga di bursa internasional terus menjadi perhatian pelaku usaha karena menjadi salah satu acuan dalam transaksi ekspor.
Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama, kondisi pasokan global, serta permintaan dari negara konsumen besar yang di perkirakan masih akan memengaruhi arah pergerakan harga kopi dalam beberapa waktu ke depan.
Data Harga Kopi Internasional – 7 Oktober 2026
- Arabika (ICE US): 304,45 ¢/lb, naik 11,90 poin (+4,07%) ≈ Rp120.200/kg
- Robusta (ICE EU): US$3.590/kg, naik 62 (+1,76%) ≈ Rp64.300/kg.*







