JAKARTA,Eksisjambi.com – Harga kopi di pasar internasional pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026, mengalami penurunan pada kedua komoditas utama, yakni arabika dan robusta. Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga kopi sempat menguat.
Berdasarkan data perdagangan ICE Futures, harga kopi Arabika (ICE US) ditutup di level 292,70 sen AS per pon (¢/lb), turun 11,75 poin atau 3,86 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Jika dikonversikan ke rupiah, harga tersebut setara sekitar Rp115.400 per kilogram.
Sementara itu, harga Robusta (ICE EU) juga terkoreksi ke level US$3.485 per ton, turun US$105 atau 2,92 persen, dengan nilai setara sekitar Rp62.300 per kilogram.
Penurunan harga kedua jenis kopi ini menjadi perhatian pelaku usaha dan petani, termasuk di sentra produksi kopi Indonesia seperti Kerinci, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, dan daerah lainnya. Fluktuasi harga internasional berpotensi memengaruhi harga jual kopi di tingkat eksportir maupun petani, meski besarnya dampak bergantung pada kondisi pasar domestik, kualitas hasil panen, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Meski mengalami koreksi, harga kopi dunia masih berada pada level yang relatif tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir. Para pelaku industri diharapkan terus memantau perkembangan pasar global sebagai acuan dalam menentukan strategi penjualan dan ekspor.
Harga Kopi Internasional – 8 Oktober 2026
- Arabika (ICE US): 292,70 ¢/lb, turun 11,75 poin (-3,86%) ≈ Rp115.400/kg
- Robusta (ICE EU): US$3.485/ton, turun US$105 (-2,92%) ≈ Rp62.300/kg.*







