
Merangin.eksisjambi.com — Demi menegak dan menyelamatkan demokrasi di kabupaten Merangin Bumi Undang Tambang Teliti pada Pilkada 2024, Nalim Nilwan harus berani mengambil keputusan yang tepat.
Hal ini seperti yang dicerita oleh Herman Efendi pada Rabu 11/09/2024 di acara pengukuhan tim pemenangan Menawan.
“Agar semua semakin mengerti dan tidak ada lagi upaya untuk goreng menggoreng, yang katanya Pak Nalim dan Saudara Nilwan sengaja meninggalkan pasangannya demi untuk maju pada Pilkada Merangin ini, disini saya saya tegaskan, isu tersebut tidaklah benar, hal ini terjadi hanya karena dipaksakan oleh kondisi politik yang mungkin ingin membuat Pilkada Merangin melawan kotak kosong,”ujar Herman Efendi.
Lebih lanjut Herman Efendi yang merupakan ketua DPD Partai Golkar Merangin, yang juga sekaligus sebagai ketua tim koalisi pemenangan Nalim Nilwan ini membeberkan apa yang pernah terjadi di Jakarta pada masa itu.
“Dengan kondisi partai yang hanya tinggal seberapa saja, dan masa pendaftaran tinggal menghitung hari saja, dimana Abang kami Nilwan Yahya hanya mengantongi Rekom Partai PPP abang Nalim mengantong Rekom Partai PKN, jika mereka berdua bersikeras maju di posisi masing–masing, maka yang bakal terjadi adalah Pilkada Merangin melawan kotak kosong. Namun demi kepentingan Merangin dan demi tegaknya Demokrasi di Merangin, maka abang Nilwan Yahya dengan rela mengalah, dan rela menjadi wakil abang Nalim,”terang Herman Efendi di hadapan semua yang hadir.
Kendatipun demikian, ada terselip rasa kesedihan di relung hati H. Nalim dan Nilwan Yahya, dimana kedua orang ini harus mengambil keputusan yang sangat pahit, dimana H. Nalim dengan keterpaksaan harus berpisah dengan Nasution, sedangkan Nilwan Yahya juga harus meninggalkan Jailani.
“Pada hari yang sengat bersejarah tersebut, dimana saya bersama ketua partai koalisi pendukung Nalim Nilwan menjadi saksi hidup, dimana Pak Nalim sempat bersedih dan bahkan sampai meneteskan air mata karena harus meninggalkan pak Nasution dan Bang Nilwan Yahya juga harus meninggalkan Manjong Jailani. Namun apa daya saudara — saudara, kenyataan ini harus di Terima, ini semua demi tegaknya Demokrasi di Merangin, Nalim Nilwan harus bersatu untuk Merangin yang kita cintai ini,” Tutup Herman Efendi dari atas podium dan disambut dengan tepuk tangan serta diselimuti rasa haru dari semua yang hadir. -(Bas.R)-







